EmitenNews.com - Usai Perry Warjiyo dinyatakan mundur dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Senin (27/7) lalu, sejumlah nama dari kalangan internal BI maupun eksternal mencuat dalam bursa calon pimpinan BI berikutnya.

Nama-nama tersebut di antaranya bahkan tersemat figur-figur yang kerap diperbincangkan di publik. Di antaranya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menkeu Chatib Basri, hingga Thomas M Djiwandono politikus Partai Gerindra sekaligus keponakan Prabowo, yang juga saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI.

Belakangan, muncul juga nama Muliaman Darmansyah Hadad mantan Ketua Dewan Komisioner OJK, hingga Aida S. Budiaman yang saat ini juga tengah menjabat Deputi Gubernur BI.

Namun, untuk saat ini, posisi tersebut masih didapuk oleh Destry Damayanti sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur BI, yang juga merupakan Deputi Gubernur Senior.

Sesuai ketentuan Undang-Undang BI, Presiden mengusulkan calon Gubernur BI dan diserahkan ke DPR yang akan memberikan persetujuan melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Namun, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Istana Kepresidenan terkait nama yang akan diajukan kepada DPR.

Calon Gubernur BI Harus Penuhi 4 Kriteria

Pengamat ekonomi, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan kandidat dari internal BI lebih diutamakan. Hal ini dikarenakan faktor jenjang karir dan trackrecord yang kredibel di bidang moneter.

Meski begitu, Bhima menyebutkan terdapat empat kriteria utama untuk sosok Gubernur BI definitif berikutnya. Pertama, sosok yang bukan terafiliasi secara politik dengan pihak eksekutif. Kedua, berani menjaga independensi BI dari seluruh intervensi.

“Termasuk menolak gagasan Bank Indonesia (BI) di bawah kementerian atau kembali ke dewan moneter," ujar Bhima kepada Emiten News, Kamis (6/8).

Ketiga, pro stabilitas lebih dibutuhkan dibanding ekspansi moneter yang berakibat pada risiko naik dan kepercayaan investor menurun.