Mengekor Wall Street, IHSG Berbalik Menguat
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mayoritas indeks utama Wall Street kemarin kompak melonjak signifikan. Itu menyusul koreksi harga minyak mentah, dan optimisme pasar konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran berpotensi segera berakhir.
Lonjakan tersebut dipicu laporan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terbuka untuk mengakhiri perang dengan sejumlah syarat, termasuk jaminan internasional. Sentimen positif juga datang dari laporan The Wall Street Journal yang menyebut Presiden AS Donald Trump bersedia menghentikan aksi militer di Timur Tengah, meski Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka.
Saham sektor teknologi sebelumnya tertekan sejak konflik memanas, memimpin penguatan. ETF sektor teknologi Technology Select Sector SPDR Fund (XLK) melonjak lebih dari 4 persen. Saham Nvidia melejit 5,6 persen, dan Microsoft mengalami penguatan sekitar 3,1 persen.
Penguatan mayoritas indeks utama Wall Street akan menjadi sentimen positif pasar. Di sisi lain, aksi net sell asing berlanjut dapat menjadi sentimen negatif. Oleh karena itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi untuk menguat dengan support 6.945-6.840, dan resistance 7.152-7.258.
Menilik data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Merdeka Battery (MBMA), Timah (TINS), Triputra Agro (TAPG), Merdeka (MDKA), Antam (ANTM), dan Surya Citra Media (SCMA). (*)
Related News
IHSG ke 6.599 Bukan Sekadar Koreksi Biasa, Tapi Memasuki Fase Krisis
Tokenisasi Aset Global Meledak, PINTU Perkuat Ekosistem 48 Opsi Aset
5 Saham Paling Boncos dan Tahan Gempuran di Sesi I IHSG (18/5)
KISI Terus Dorong Literasi dan Akses Investasi bagi Generasi Muda
Luluh-Lantak Nyaris 5 Persen! IHSG Dibombardir Sentimen Buruk Beruntun
Breaking: IHSG Awal Pekan Dibuka Jeblok 2 Persen Lebih ke Level 6.500





