Mengekor Wall Street, IHSG Bergerak Impresif
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup menguat. Itu setelah Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) menyoal alasan pemberlakukan kebijakan tarif impor Donald Trump. Sikap MA negeri Paman Sam itu, memunculkan harapan potensi pembatalan beberapa kebijakan tarif impor sudah diberlakukan sebelumnya.
Sementara itu, saham berbasis AI mengalami rebound. Salah satunya AMD melejit 2,51 persen turut menjadi penopang penguatan indeks. Pada sidang MA mengenai kebijakan tarif yang diberlakukan presiden AS Donald Trump, para hakim fokus pada legalitas kebjakan tarif impor tersebut.
Para hakim mempertanyakan apakah presiden Trump mempunyai wewenang untuk memberlakukan kebijakan tersebut berdasarkan Undang-Undang Darurat Ekonomi International (IEEPA). Seiring perkembangan di sidang MA itu, investor mulai menurunkan keyakinanya terhadap terhadap peluang dipertahankannya kebijkakan tarif impor.
Penguatan indeks bursa Wall Street, aksi beli invetstor asing berlanjut, dan hasil rebalanci indeks MSCI diprediksi menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 8.210-8.100, dan resistance 8.430-8.535.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham unggulan berikut. Yaitu, Merdeka Copper Gold (MDKA), Japfa (JPFA), Goto Group (GOTO), Barito Renewables Energy (BREN, dan Unilever Indonesia (UNVR). (*)
Related News
Perang Mereda, IHSG Sesi I (25/3) Rebound ke 7.200 Usai Libur Panjang
Indonesia Akan Perjuangkan Reformasi WTO Di KTM Ke-14 Di Kamerun
Wall Street Drop, IHSG Ikutan Jeblok
IHSG Koreksi, Serok Saham MEDC, ENRG, ELSA, dan INDY
21 Ribu Kendaraan Terkendala Saldo, Jasa Marga Ingatkan Lagi Pemudik
Harga Energi Melonjak, Prospek Pertumbuhan Ekonomi ASEAN-6 Dipangkas





