Menilik Rencana Bisnis Jasa Armada (IPCM) dari Kapal Baru hingga Pertambangan Nikel
Jajaran Direksi PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) saat memberikan paparan kinerja kepada media.
“Target kami, akhir tahun ini pengadaan selesai dan dibutuhkan waktu 18 bulan pengerjaan. Artinya sekitar Juni atau Juli 2023 akan selesai,” ujar dia.
Baca Juga: Sasar Indonesia Timur, Jasa Armada (IPCM) Cari Cuan Dari Booming Nikel
Iqbal bilang kapal anyar ini akan bertipe Abimanyu. Adapun kapal tipe ini punya daya minimal 2x200 horse power (HP) dan mesin bantu berkapasitas 230 kilo Volt Amper (kVA).
Untuk investasi pembangunan kapal baru ini, Jasa Armada Indonesia membutuhkan dana sekitar Rp 68 miliar sampai dengan Rp 70 miliar. Dus, total dana yang diperlukan sekitar Rp 140 miliar.
“Kurang lebih nilai investasi satu kapal sekitar Rp 68 miliar hingga Rp 70 miliar. Jadi dua unit kapal kami butuh sekitar Rp 140 miliar,” kata Iqbal.
Per kuartal I-2023, IPCM memiliki 87 kapal pandu yang terdiri dari sebanyak 56 kapal tunda (tug boat), 26 kapal perintis (pilot boat), dan 5 kapal penambat (mooring boat).
Untuk tahun ini, IPCM akan memiliki empat kapal baru. Adapun ada tiga kapal baru telah berlayar dengan tipe Srikandi 01, Srikandi 02 dan Srikandi 03.
“Sudah selesai tiga armada. Satu lagi Juli delivery, sekarang sudah 98% di tahap finishing. Sampai akhir tahun ini akan ada 4 kapal baru,” jelas Iqbal.
Related News
Perkuat Segmen B2B, Wahana Interfood Targetkan Kinerja Naik 50 Persen
Kantongi Laba Rp643M di 2025, Ini Strategi Blue Bird (BIRD) 2026
Bangkit dari Rugi, Laba Phapros (PEHA) Melenting 109 Persen di 2025
Investor Waspada! Saham KRYA Anjlok 65%, Data Pengendali Simpang Siur
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025





