Menkeu Purbaya Optimis! Sebut IHSG Bisa Tembus 10.000 di 2026
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa usai Pembukaan Bursa Perdana di Bursa Efek Indonesia 2026. Foto: EmitenNews.com/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan tahun 2026 dengan aksi positif. IHSG dibuka di level 8.600 dan terus menanjak hingga sempat ke level 8.700.
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menilai penguatan tersebut terproyeksi optimisme pasar kepada fondasi ekonomi nasional yang dinilai semakin berbalik pulih.
“Saya pikir kalau memang itu ada optimisme di pasar bahwa kita akan membaik. Kalau saya lihat fondasi ekonominya yang sudah agak membaik sekarang, tahun ini akan lebih baik lagi,” ujarnya usai seremoni pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Jumat, (2/1/2026).
Menurut Purbaya, perbaikan koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor utama yang mendorong keyakinan pelaku pasar. Sinkronisasi fiskal dan moneter diyakini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan berdampak langsung pada kinerja emiten.
Purbaya juga menyampaikan target ambisius IHSG yang berpotensi mencapai level 10.000 pada 2026, seiring ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan tercatat.
“Target IHSG pada tahun ini di level 10.000,” sorak Purbaya.
Ia menyebut investor perlu mencermati momentum tersebut agar tidak tertinggal peluang di pasar modal.
Purbaya menekankan pentingnya penguatan integritas pasar, termasuk komitmen otoritas bursa dalam memberantas praktik manipulasi saham.
“Dan yang paling penting mereka punya keinginan yang kuat untuk membersihkan pasar dari para penggoreng saham yang kurang bertanggung jawab,” katanya.
Menjelang pergantian direksi BEI, ia menilai kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada perlindungan investor menjadi kriteria utama untuk menjaga kepercayaan pasar.
Sementara itu, terkait ketidakhadiran Presiden pada pembukaan perdagangan BEI untuk kedua kalinya, Purbaya menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengurangi perhatian Presiden terhadap sektor ekonomi maupun pasar modal.
“Presiden saat ini sedang di Aceh, menunjukkan presiden sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat. Maka masalah perekonomian lain pun akan diperhatikan oleh Presiden agar pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat,” pungkas Purbaya. (*)
Related News
Generasi Muda Dominasi Transaksi Kripto, Tapi Literasi Masih Jadi PR
Semua Sektor Menghijau! IHSG Akhir Pekan Melonjak 2,07 Persen
Bear Market, Ini 5 Strategi Wajib Investor Miliki
Pabrik Melamin Pertama di Indonesia Dibangun, Investasinya USD600 Juta
IPOT Smart Money Circle, Komunitas Investor Hadir di Telegram
Petani Menjerit Gula Tak Laku, Mentan Tertibkan Impor Gula Rafinasi





