Menyusul! Direktur Ini Borong 1,05 Juta Saham Nusantara Sawit (NSSS)
EmitenNews.com -Miniwati Kasmita selaku Direktur PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 September 2023.
Dalam keterangan tertulisnya pada keterbukaan Informasi Selasa (26/9) Miniwati menyampaikan telah membeli sebanyak 1.052.700 lembar saham NSSS di harga Rp190 per saham.
"Transaksi ini bernilai Rp200 juta dan dilakukan untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Miniwati Kasmita di NSSS bertambah menjadi 2,05 juta lembar saham setara dengan 0,00863% dibandingkan sebelumnya sebanyak 1 juta lembar saham setara dengan 0,0042%.
Sebelumnya juga telah di wartakan bahwa Kurniadi Patriawan selaku Direktur NSSS telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 22 September 2023.
Kurniadi Patriawan telah membeli sebanyak 5.263.200 lembar saham NSSS di harga Rp190 per saham. "Transaksi ini dilakukan untuk Investasi dengan kepemilikan saham langsung,"tuturnya.
Pasca pembelian, maka kepemilikan saham Kurniadi Patriawan di NSSS bertambah menjadi 12,2 juta lembar saham setara dengan 0,05% dibandingkan sebelumnya sebanyak 7,03 juta lembar saham setara dengan 0,03%.
Lebih jauh berkaca ke belakang, Teguh Patriawan selaku Direktur Utama di emiten perkebunan sawit PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 11 September hingga 15 September 2023.
Teguh Patriawan yang bukan sebagai pengendali di NSSS dalam keterangan tertulisnya Selasa (19/9)menyampaikan bahwa telah menjual sebanyak 1.013.170.000 lembar saham NSSS di harga Rp190 per saham.
Related News
Laba Emiten Jasa Konstruksi NRCA Melonjak 115 Persen Sepanjang 2025
Emiten Furnitur Chitose (CINT) Raih Lonjakan Penjualan dan Laba 2025
TP Rachmat Jual 14,3 Juta Saham ESSA Senilai Rp10,8M, Harga Ikut Drop!
WINS Hentikan Buyback 2 Bulan Lebih Cepat, Ini Alasan Utamanya
RMKE Tutup 2025 dengan Kinerja SolidÂ
Austindo (ANJT) Tunda Laporan Keuangan 2025, Audit Masih Berjalan





