Merespon Harga Avtur, Pemerintah Naikkan Fuel Surcharge 38 Persen
:
0
Ilustrasi Pertamina mengisi kebutuhan avtur pesawat terbang. Dok. STTKD.
EmitenNews.com - Pemerintah merespons lonjakan harga avtur akibat terus memanasnya konflik di Timur Tengah. Pemerintah resmi menaikkan batas atas fuel surcharge menjadi 38 persen, selain mempersilahkan maskapai nasional menaikkan harga tiket pesawat domestik tetap berada di kisaran 9-13 persen.
Kenaikan fuel surcharge 38 persen itu, berlaku untuk seluruh jenis pesawat, baik bermesin jet maupun baling-baling (propeller). Sebelumnya, batas fuel surcharge untuk pesawat jet ditetapkan 10 persen, sedangkan untuk propeller sebesar 25 persen.
Dengan demikian, kenaikan fuel surcharge untuk pesawat jet mencapai 28 persen, sedangkan untuk propeller naik 13 persen.
“Sebelumnya pesawat jet hanya 10 persen dan propeller 25 persen, sekarang semuanya disesuaikan menjadi 38 persen,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/3/2026).
Asal tahu saja. Fuel surcharge merupakan biaya tambahan yang dikenakan maskapai untuk menutup fluktuasi harga bahan bakar di pasar global.
Sejumlah negara juga telah mengalami kenaikan harga avtur. Harga bahan bakar jet di Thailand mencapai Rp29.518 per liter dan di Filipina sebesar Rp25.326 per liter.
Di Indonesia, harga avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta, di Tangerang, naik menjadi Rp23.551,08 per liter.
Pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut, sebagai salah satu upaya untuk menahan lonjakan harga tiket pesawat di tengah kenaikan harga avtur. Adapun Pemerintah menargetkan kenaikan harga tiket pesawat domestik tetap kisaran 9-13 persen.
Merespon lonjakan tajam harga Avtur, Pemerintah mengizinkan pihak maskapai nasional untuk menaikkan harga tiket pesawat maksimum hingga 13 persen mulai Senin (6/4/2026) ini. Relaksasi ini bakal diberikan selama 2 bulan, usai harga bahan bakar pesawat mengalami lonjakan tajam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengabarkan, harga avtur di berbagai negara telah mengalami kenaikan. Di Thailand yang telah mencapai Rp29.518 per liter, dan Filipina Rp25.326 per liter.
Related News
Coinfest 2026 Bali, SHOW Token Bidik Kolaborasi dengan MEXC dan Kripto
Soal Desil 9-10 Terlarang Beli Pertalite, Tenang Dengar Menkeu Purbaya
IBS 2026, Integrasi Energi Terbarukan dan Keandalan Sistem Kelistrikan
Kecewa Purbaya, Sudah Keluarkan Rp7T Untuk BPS, DTSEN Belum Optimal
Harga Emas Antam Turun Rp18 Ribu Saat Emas Dunia Bertahan
Yield Stagnan 4,64%, Druckenmiller Kritik Buyback Utang AS





