EmitenNews.com - Duta Pertiwi (DUTI) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih Rp63,46 miliar. Melorot 21,27 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp80,61 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar susut menjadi Rp34,31 dari sebelumnya Rp43,58.

Pendapatan usaha Rp486,15 miliar, merosot 9,84 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp539,22 miliar. Beban pokok penjualan Rp140,94 miliar, menyusut dari sebelumnya Rp165,47 miliar. Laba kotor terakumulasi senilai Rp345,21 miliar, mengalami perosotan dari fase sama tahun lalu Rp373,74 miliar.

Beban penjualan Rp127,61 miliar, berkurang dari Rp149,77 miliar. Beban umum dan administrasi Rp114,13 miliar, bengkak dari Rp98,34 miliar. Pajak final Rp24,8 miliar, naik dari Rp24,5 miliar. Total beban usaha Rp266,54 miliar, menciut dari episode sama tahun sebelumnya senilai Rp272,62 miliar.

Laba usaha Rp78,66 miliar, anjlok dari posisi sama tahun lalu Rp101,12 miliar. Pendapatan bbunga dan investasi Rp32,45 miliar, melonjak dari Rp25,25 miliar. Dampak pendiskontoan aset dan liabilitas keuangan Rp321,78 juta, susut dari Rp1,86 miliar. Rugi selisih kurs Rp1,22 miliar, turun dari Rp2,3 miliar.

Laba periode berjalan Rp78,59 miliar, turun dari Rp104,87 miliar. Jumlah ekuitas Rp13,77 triliun, melonjak dari Rp13,68 triliun. Total liabilitas Rp2,63 triliun, bengkak dari akhir tahun lalu Rp2,46 triliun. Jumlah aset Rp16,4 triliun, melonjak signifikan dari akhir 2025 senilai Rp16,14 triliun. (*)