MINE Tebar Dividen Rp60,23 Miliar, Yield Moderat di 4,19 Persen
:
0
Aktivitas alat berat fi tambang emiten MINE. Foto: MINE.
EmitenNews.com - PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE) memutuskan menebar dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp60,23 miliar atau Rp14,75 per saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan diketuk dan disahkan dalam perhelatan Rapat Umum Peqmegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (22/4/2026).
Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry, dalam pernyataannya (22/4) pembagian dividen ini menjadi bentuk komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan Perseroan terus menciptakan nilai tambah. Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” bebernya.
Dalam rekap kinerjanya, MINE mengemas pendapatan sebesar Rp2,36 triliun pada 2025 atau terangkat naik 11,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang kontribusi proyek baru, termasuk pembangunan jalan serta aktivitas penambangan dari mitra usaha.
Ivo Wangarry juga melaporkan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar telah terealisasi 100 persen hingga akhir 2025, yang dialokasikan untuk pengadaan alat berat, pembelian aset, serta modal kerja.
Berdasarkan harga saham di Rp352 per lembar pada pembukaan perdagangan Kamis (23/4/2026), dividen tersebut mengindikasikan yield 4,19 persen. Adapun jadwal cum dividen dan pembayaran masih menunggu pengumuman lebih lanjut.
Related News
Laba Konsolidasi BTN Rp1,85 Triliun, Surplus 54,37 Persen per Mei 2026
Ekspansi Airwheel Berlanjut, TOOL Siapkan Strategi Pemulihan Kinerja
Prioritas Fundamental Bisnis, COIN Tahan Laba untuk Perkuat Anak Usaha
Transformasi Bisnis TPIA Dinilai Perkuat Daya Tarik Investor
DMAS Tebar Dividen Spesial Nyaris 100 Persen Laba, Yield Fantastis!
CGAS Bagi Dividen 50 Persen dari Laba, Bidik Pendapatan 2026 Rp879M





