EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak cenderung melemah. Melanjutkan tren koreksi, dan gagal rebound. Selain itu, juga belum ada rilis data dari dalam negeri untuk mendorong IHSG.
”Kami perkirakan IHSG bergerak pada rentang support 6.635, dan resisten 6.705,” tutur Lukman Hakim, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
Secara teknikal, tren penurunan IHSG masih terjadi, dan indikator stochastic menunjukkan tren koreksi. Namun, telah memasuki area oversold. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain BMRI, KLBF, INDF, BNGA, HRTA, dan ACES.
IHSG kemarin mengalami koreksi 0,52 persen menjadi 6.676. Beberapa sektor mengalami pelemahan di antaranya transportasi dan logistik 2,12 persen, sektor basic materials 1,60 persen, dan sektor teknologi 1,31 persen. Investor asing membukukan net sell pasar reguler Rp633,89 miliar. Saham-saham paling banyak dilepas investor asing BBCA, BMRI, dan BBNI.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) kompak melemah. Itu menyusul belum adanya kesepakatan negosiasi debt ceiling/plafon utang AS. Selain itu, isyarat The Fed cenderung hawkish, berbeda dari sebelumnya akan melakukan pause. Hal itu, memberi rasa waswas di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi AS. Apalagi, data retail sales terbaru di bawah perkiraan.
Pagi ini, bursa Asia telah diperdagangkan di zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat 0,46 persen, dan indeks Kospi menanjak 0,18 persen. Jepang pagi ini menyambut rilis data GDP di atas perkirakan dengan pertumbuhan 0,4 persen QoQ setelah sebelumnya tidak menunjukkan pertumbuhan pada kuartal empat 2022. (*)
Related News
BTN Raih Penghargaan Top Company in Banking Transformation 2026
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747





