EmitenNews.com—PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menangguhkan atau menunda pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue .
Hal itu terungkap karena Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan MSIN terkait rencana PMHMETD yang belum dimasukkan dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 19 Juli 2022.
Padahal, dalam keterbukaan informasi pada 9 Maret 2022 diungkapkan perseroan bahwa untuk pelunasan surat sanggup kepada PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) dengan total nilai Rp 3,38 triliun, akan dilakukan PMHMETD pada semester I-2022.
Corporate Secretary MNC Digital Ahmad Alhafiz menjelaskan, agenda PMHMETD belum dimasukkan dalam RUPSLB tanggal 19 Juli 2022 dikarenakan sebelumnya perseroan mempunyai rencana akuisisi digital media dengan platform OTT di luar negeri yang sampai saat ini masih dalam pembicaraan dengan para pihak.
"Penyelesaian transaksi akuisisi ini akan dilakukan melalui mekanisme PMHMETD," jelas Ahmad dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (12/7/2022).
Dia menambahkan, dikarenakan proses pembicaraan belum selesai, maka PMHMETD untuk sementara ditangguhkan.
"Perseroan meyakini proses negosiasi dapat diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama karena perbedaan di antara para pihak tidak terlalu signifikan, dan apabila kesepakatan transaksi sudah tercapai perseroan akan melakukan keterbukaan informasi," papar Ahmad.
Menurut dia, secara bisnis akuisisi ini akan sangat menguntungkan perseroan karena akan menempatkan perseroan menjadi salah satu digital media entertainment grup terbesar di Asia.
"Perseroan akan melaksanakan PMHMETD untuk penyelesaian pelunasan surat sanggup dan penyelesaian transaksi akuisisi seperti yang dimaksud di atas secara bersamaan," imbuh dia.
Dia menekankan, sampai saat ini MNC Digital hanya memiliki rencana pelunasan melalui PMHMETD.
Related News
VICI Tebar Dividen Final Rp33,54 Miliar Setara Rp5 per Saham
IHSG Ditutup Menghijau, Begini Kondisi GOTO hingga NCKL Usai Didepak
BUMI Guyur Pinjaman Rp1,5 Triliun ke Arutmin, Sumber dari Obligasi
Pacu Ekspansi Usaha, CUAN Siap Perbesar Kepemilikan di Singaraja Putra
Emiten Unggas Bakal Bagi Dividen, Pantau CPIN dan MAIN
IBST Minta Restu Delisting Pada 5 Juni, Cek Jadwal VTO Rp5.400/Saham





