Monetisasi Aset dan Jasa, WSBP Bidik 3 Pendapatan Baru dari Bisnis Ini
:
0
Ilustrasi karyawan WSBP dalam rapat internal. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP) emiten BUMN Karya itu berencana menambah tiga kegiatan usaha baru guna mengoptimalkan aset dan konsolidasi sumber pendapatan di tengah meruginya industri emiten itu.
Kinerja keuangan WSBP tahun 2025 menunjukkan adanya rugi bersih operasional. Pendapatan usahanya mencapai Rp1,57 triliun, didorong oleh segmen beton precast (47,2%), dengan penurunan biaya penjualan signifikan sebesar 27,78%. WSBP tertakar telah menekan kerugian bersih hingga 46% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp537,4 miliar pada akhir 2025
Direktur Keuangan, HCM, dan Manajemen Risiko WSBP, Koento Wahyudiat dalam keterangannya dikutip Kamis (16/4/2026) menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan Nomor 313/WBP/DIR/2026 tanggal 15 April 2026, WSBP menyampaikan rencana penambahan kegiatan usaha atau KBLI baru sebagai berikut:
1. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Kendaraan Bermotor
2. Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Mesin dan Peralatan Industri
3. Jasa Sertifikasi Teknis, Jasa Inspeksi Teknis, Jasa Pengujian Teknis dan Penelitian Dan Pengembangan Engineering Dan Teknologi
Koento mengatakan bahwa wacana ini memenuhi klasifikasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Untuk lini usaha penyewaan mesin dan peralatan industri, cakupannya termasuk KBLI 77391 yakni, penyewaan mesin dan peralatan industri tanpa operator. Cakupan usaha ini meliputi penyewaan berbagai mesin seperti mesin tekstil, pengolahan logam dan kayu, percetakan, hingga peralatan las listrik yang umumnya digunakan sebagai barang modal.
Manajemen WSBP melihat peluang menyewakan sejumlah plant yang belum dimanfaatkan secara optimal kepada pihak eksternal. Strategi ini diharapkan menghasilkan nilai tambah ekonomi sekaligus menekan beban biaya tetap yang selama ini berasal dari aset non-produktif atau Non-contributing Plant (NCP).
Selain meningkatkan efisiensi, ekspansi ke bisnis penyewaan dan jasa teknis ini juga diharapkan dapat memperluas diversifikasi pendapatan usaha. WSBP dikatakan Koento menilai kesiapan internal menjadi modal penting untuk menjalankan lini bisnis baru tersebut.
Meski demikian, realisasi rencana penambahan KBLI ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2026. Jika disetujui, langkah ini berpotensi menjadi katalis tambahan bagi kinerja keuangan WSBP ke depan.
Related News
Didekati Tyson Foods, WMPP Siapkan Aksi Korporasi Besar
Dividen Final UNTR Rp1.096 per Saham, Yield Capai 3,48 Persen
PANI Bidik Marketing Sales Rp4,3 Triliun di 2026
Astra Graphia (ASGR) Cetak Kinerja Impresif, Laba Naik 32 Persen
PGAS Minta Restu Untuk Ekspansi ke Gas Industri
Berhasil Tekan Rugi Bersih, Saham MTSM Masih Kena Suspensi





