Moratelindo (MORA) Sedot Dana IPO Rp939 Miliar, Telisik Alokasi Detailnya
:
0
EmitenNews.com - ??Mora Telematika Indonesia alias Moratelindo (MORA) menyerap dana hasil initial public offering (IPO) sejumlah Rp939,80 miliar. Serapan itu sekitar 95,7 persen dari total bersih dana IPO sebesar Rp981,31 miliar. Realisasi itu berdasar laporan per Juni 2023.
Dana tersebut senilai Rp792,6 miliar alias 84,33 persen terserap untuk investasi terhadap backbone, dan access termasuk dengan perangkat, infrastruktur pasif, aktif, dan pengembangan data center. Realisasi itu turun sedikit dari rancangan awal Rp834,11 miliar atau 85 persen.
Selanjutnya, mengaliri modal kerja, dan kegiatan umum usaha perseroan sejumlah Rp147,19 miliar setara dengan 15,65 persen. Realisasi serapan tersebut sesuai dengan skema awal alias tidak meleset. Dengan data dan fakta itu, perseroan menyisakan dana hasil IPO sejumlah Rp41,5 miliar. Dana sisa hasil IPO itu menggelinding pada sejumlah lembaga perbankan.
Tepatnya, bersarang pada Bank Bukopin Syariah senilai Rp25 miliar dengan bagi hasil 5,25 persen dengan tempo 1 bulan. Lalu, sebesar Rp10,18 miliar mengendap di Bank KB Bukopin dengan tingkat bunga atau bagi hasil nol persen dan durasi penempatan tidak ditentukan. Dan, sejumlah Rp6,32 miliar menyambangi Bank Mandiri (BMRI) dengan bunga nol persen tanpa durasi waktu penyimpanan.
Sekadar informasi, pada 8 Agustus 2022, Moratelindo meraup dana kotor hasil IPO sebesar Rp1 triliun. Lalu, dipotong biaya emisi berhubungan dengan IPO Rp18,77 miliar. Misalnya, biaya jasa penjaminan Rp2 miliar atau 0,2 persen. Biaya jasa penyelenggaraan Rp6 miliar setara 0,59 persen, dan biaya jasa penjualan Rp2 miliar atau 0,2 persen.
Lalu, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp4,73 miliar setara dengan 0,4737 persen. Kemudian, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp40 juta alias 0,004 persen, dan biaya lain-lain yang data diatribusikan langsung sebagai biaya emisi Rp3,99 miliar alias 0,3994 persen. So, dana bersih hasil IPO sebesar Rp981,31 miliar. (*)
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





