EmitenNews.com - Penyedia indeks global, MSCI mengumumkan untuk mendepak 13 emiten Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index pada tinjauan indeks Mei 2026 lalu.

Dalam pengumuman MSCI kala itu, 6 emiten dikeluarkan dari indeks utama atau MSCI Global Standard Index dan 13 emiten didepak dari MSCI Global Small Cap.

Salah satu di antara 13 emiten yang didepak itu yakni PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI). Emiten pengelola minimarket Alfamidi ini dikeluarkan dari indeks small cap MSCI bersama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).

Serta, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), serta PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Kinerja per Q3 2026, MIDI Melesat!

Meski dikeluarkan dari konstituen indeks MSCI, Alfamidi (MIDI) mampu membukukan kinerja impresif, dengan peningkatan dari sisi top line maupun bottom line.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 di keterbukaan informasi (28/10/2026), MIDI mencatat pendapatan neto sebesar Rp16,6 triliun, tumbuh 9,17 persen dibandingkan periode sama dengan tahun sebelumnya sebesar Rp15,2 triliun.

Meski beban pokok pendapatan sedikit meningkat dari Rp11,3 triliun menjadi Rp12,3 triliun, MIDI masih mengemas laba bruto sebesar Rp4,3 triliun, naik 10,61 persen dari Rp3,9 triliun.

Torehan itu pun tercermin di sisi bottom line, di mana MIDI berhasil membukukan peningkatan laba periode berjalan di kuartal III 2026. Jumlahnya meningkat sekitar 19,5 persen dari Rp590,7 miliar menjadi Rp705,5 miliar.

Laba per saham dasar pun ikut terkerek naik menjadi Rp21,10 per saham dari sebelumnya Rp17,67.