EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak volatil sepanjang perdagangan November 2026. MSCI masih menjadi sentimen yang perlu dicermati investor.

Founder Republik Investor, Hendra Wardana menyampaikan support penting berada di level 4.980 dan resistance awal di 5.200. 

"Jika mampu bertahan di atas 4.980, indeks berpeluang mengalami technical rebound menuju 5.200, dengan syarat didukung peningkatan volume transaksi, stabilitas rupiah, dan berkurangnya tekanan jual asing," kata Hendra kepada EmitenNews, Senin (2/11/2026).

Namun, apabila level 4.980 ditembus, potensi pelemahan lanjutan menuju 4.900–4.800 perlu diantisipasi. 

"Untuk keseluruhan November, skenario dasar saya IHSG bergerak dalam rentang 4.800–5.300, dengan peluang menguji 5.400–5.500 apabila sentimen membaik dan reformasi pasar mendapatkan respons positif," lanjut Hendra.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana juga menerangkan, secara historikal, pergerakan IHSG masih mencatatkan return positif dalam rentang 5-10tahun meskipun tidak begitu besar. 

"Namun demikian, adanya sentimen dari sisi global, adanya konflik dan kenaikan minyak mentah yang mengancam adanya inflasi secara global dan juga MSCI serta reformasi pasar modal Indonesia masih menjadi cermatan para investor," ujar Herditya, Senin (2/11/2026).

Ia juga mengatakan dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend.

"Best case, IHSG masih berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [v] pada label hitam, sehingga berpeluang menguat menuju 5,456–5,564. Sebaliknya, worst case (label merah), IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada wave (v) dari wave [v] menuju 4,763-4,845," tutur Herditya.

Bayangan MSCI