Mudahkan Klaim JHT, BPJS Ketenagakerjaan Buka Layanan Prioritas Sritex

BPJS Ketenagakerjaan jamin klaim JHT cair sebelum lebaran. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmen dalam melindungi hak-hak pekerja. Itu ditunjukkan dengan memberi kemudahan melalui layanan prioritas klaim Jaminan Hari Tua (JHT) bagi karyawan Sritex terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Langkah itu, wujud nyata kehadiran negara melalui BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan kesejahteraan pekerja di tengah situasi sulit sekali pun.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo kala meninjau layanan prioritas di Sritex menyebut layanan yang diberikan merupakan wujud kepedulian. ”BPJS Ketenagakerjaan prihatin atas kondisi Sritex. Kami pastikan seluruh karyawan Sritex terdampak mendapat perlindungan sosial, khususnya dalam pencairan JHT, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” ucapnya.
Kunjungan Anggoro ke perusahaan yang pernah merajai industri tekstil internasional itu, tidak dilakukan sendirian, namun juga bersama dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan Eko Sapto Purnomo.
Berdasar data, lebih dari 10 ribu pekerja Sritex dan anak perusahaan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dalam lima program perlindungan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran proses klaim, BPJS Ketenagakerjaan telah berkoordinasi dengan manajemen PT Sritex untuk melaksanakan layanan klaim JHT secara prioritas sebanyak 1.000 pekerja setiap harinya, pelayanan yang diberikan dibuka sejak pukul 9 pagi hingga pukul 1 siang. Inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat proses pencairan dan memberikan kemudahan bagi para pekerja dalam mengakses hak mereka sehingga bebas cemas.
Selain itu, bagi pekerja yang memenuhi syarat klaim JKP, mereka dapat mendaftar melalui aplikasi SIAPkerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan akan mendapatkan manfaat berupa manfaat uang tunai sebesar 60 persen dari upah yang dilaporkan selama maksimal enam bulan dari BPJS Ketenagakerjaan, manfaat pelatihan kerja untuk meningkatkan keterampilan serta manfaat akses ke pasar kerja guna membantu mereka mendapatkan pekerjaan baru yang keduanya akan diberikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.
"Kami berkomitmen untuk memastikan layanan optimal bagi pekerja PT Sritex dalam pencairan JHT dan manfaat lainnya. Seluruh manfaat ini diharapkan mampu menjaga agar pekerja dan keluarganya tetap dapat hidup layak dan tentu juga kami harapkan dapat membantu kebutuhan finansial di bulan Ramadhan dan menjelang Idulfitri 1446 H," tambah Anggoro Eko Cahyo.
Selanjutnya, Komandan Satgas Sritex Supartodi mengapresiasi kerja sama positif BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi keinginan seluruh pekerja bahwa dana JHT dapat diterima sebelum merayakan hari raya Idulfitri.
“Saya mengapresiasi khususnya negara dan BPJS Ketenagakerjaan, kami semua karyawan merasa senang dan bahagia, karena memang itu yang diharapkan sekali mendekati lebaran. Respon BPJS Ketenagakerjaan bagus, alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sebelum lebaran dana JHT karyawan sudah bisa diterima," ucap Supartodi.
Menutup kunjungan tersebut, Bupati Etik Suryani turut menyampaikan bahwa layanan yang diberikan kepada seluruh pekerja yang terkena PHK ini merupakan asa di tengah situasi yang memprihatinkan.
"Alhamdulillah respon BPJS Ketenagakerjaan luar biasa, sehingga apa yang menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan bisa terealisasikan pencairan jaminan hari tuanya. Saya terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang sangat profesional, sehingga para buruh bisa happy menyambut lebaran dan ada asa yang mereka terima," tutup Etik Suryani.
Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Pluit Tetty Widayantie, menyatakan kehadiran BPJS Ketenagakerjaan di PT Sritex adalah bentuk layanan jemput bola. Menurut Tetty BPJS Ketenagakerjaan memang sering memberikan layanan jemput bola sesuai dengan kebutuhan. ”Ini merupakan bentuk dari layanan prima BPJS Ketenagakerjaan di mana kami dituntut untuk totalitas memberikan layanan demi kepuasan peserta,” sebut Tetty. (*)
Related News

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli