Nasdaq Tambah Jam Perdagangan, MSCI tak Masukan Perhitungan Indeks
:
0
MSCI tidak akan memasukan dalam perhitungan indeks peynambahan jam perdagangan Nasdaq. Foto: MSCI
EmitenNews.com - Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyatakan telah mencermati rencana Nasdaq dan NYSE Arca untuk memperpanjang jam perdagangan ekuitas AS dan produk yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded products) menjadi 23 jam sehari, 5 hari sepekan (23x5). Namun MSCI tidak akan memasukannya dalam perhitungan indeks.
Seperti diketahui perubahan jam perdagangan tersebut menambahkan sesi perdagangan malam (overnight session) yang dimulai pada pukul 21.00 Eastern Time, yang berlaku efektif mulai 6 Desember 2026.
Dalam pengumumannya, Sabtu (31/10/2026), MSCI menyatakan berdasarkan perubahan yang diusulkan tersebut, rentang jam perdagangan reguler serta mekanisme lelang pembukaan dan penutupan tetap tidak berubah.
Sesuai dengan Lampiran VII: Kebijakan Harga Penutupan (Closing Prices Policy) dalam Metodologi Perhitungan Indeks MSCI, MSCI akan tetap menggunakan harga penutupan resmi yang ditentukan selama Jam Perdagangan Reguler (saat ini pukul 09.30 hingga 16.00 Waktu Timur) dan ditetapkan melalui mekanisme lelang pembukaan serta penutupan di Nasdaq dan NYSE Arca, untuk keperluan perhitungan indeks.
Dengan demikian, sesi perdagangan pra-pasar (pre-market), pasca-pasar (post-market), dan sesi perdagangan malam (overnight) yang baru tidak akan dimasukkan ke dalam perhitungan indeks MSCI. Perubahan ini diperkirakan tidak akan memengaruhi proses penyusunan indeks MSCI maupun penyediaan Produk Indeks MSCI.
MSCI mengatakan akan terus memantau perkembangan terkait inisiatif ini dan akan mengeluarkan pemberitahuan lebih lanjut jika diperlukan.
Related News
Antisipasi Krisis Energi, ASEAN Pacu Ratifikasi Pakta APSA
Pemerintah Singapura Bantah Tudingan Bahlil Reekspor Impor Gas dari RI
Perkuat Praktik Tata Kelola, SIG Raih Penghargaan IICD
Harga Emas Antam Turun Rp13.000 Ikuti Pelemahan Global
Potensi Kenaikan Suku Bunga Fed Akhir Tahun Tekan Harga Emas
Pemanfaatan Kawasan Industri Belum Optimal, Kemenperin Cari Solusi





