EmitenNews.com - Saham-saham AS berakhir beragam pada 22 Juni karena kerugian pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menyeret pasar secara keseluruhan. Saham antariksa milik miliarder Elon Mas, SpaceX, terpuruk di bawah harga penutupannya pada hari pertama perdagangan kurang dari dua minggu lalu.

Saham Spacex menutup sesi perdagangan Senin di harga USD154,60 dengan penurunan yang semakin intensif jelang hari akhir perdagangan. SpaceX, yang baru-baru ini menyelesaikan penawaran umum perdana (IPO), anjlok 16,43%.

Penurunan saham selama tiga hari perdagangan terakhir melebar menjadi sekitar 24%, menghanguskan sebagian besar keuntungan pasca-IPO. Menurut MarketWatch nilai saham SpaceX turun sebesar USD400 miliar karena merosot di bawah harga penutupan pada hari IPO.

Saham-saham teknologi AS ditutup melemah karena investor mengambil keuntungan dari saham-saham kecerdasan buatan dan kekhawatiran meningkat atas hilangnya talenta AI.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 148,01 poin, atau 0,29%, menjadi 51.712,71.

Indeks S&P 500 turun 27,79 poin, atau 0,37%, menjadi 7.472,79, sementara indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi turun 351,33 poin, atau 1,32%, menjadi 26.166,60.

Saham-saham teknologi berkapitalisasi besar memimpin penurunan.
Alphabet, perusahaan induk Google, anjlok 4,99% setelah muncul laporan bahwa John Jumper, wakil presiden Google DeepMind dan pemenang Hadiah Nobel Kimia tahun lalu, akan meninggalkan perusahaan untuk bergabung dengan startup AI Anthropic. Berita tersebut meredam sentimen investor dengan menyoroti risiko kehilangan talenta riset kunci.

Saham-saham perusahaan teknologi besar lainnya juga turun. Amazon kehilangan 4,75%, Meta Platforms turun 2,32%, dan Microsoft merosot 3,18%. Nvidia dan Apple juga ditutup lebih rendah, masing-masing turun 0,97% dan 0,34%.
Sebaliknya, Micron Technology naik 6,82% dan Intel naik 5,19%.(*)