NPGF Raup Pendapatan Rp241,72M, Penjualan NPK Granul Naik 116 Persen
:
0
Kantor pusat dan pabrik PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) di Jl. Raya Daendles KM 56, Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. FOTO - Dok NPGF
EmitenNews.com - Nusa Palapa Gemilang (NPGF) mencatat kinerja impresif sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September 2026, produsen pupuk asal Surabaya itu, membukukan penjualan bersih Rp241,72 miliar. Angka itu melonjak 83,27 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode sama tahun lalu Rp131,89 miliar. Artinya, pendapatan NPGF hampir dua kali lipat hanya dalam setahun.
Mengutip laporan keuangan perseroan, NPK Granul menjadi motor utama pertumbuhan. Penjualan produk andalan ini mencapai Rp235,07 miliar, melesat 116 persen yoy dari edisi sama tahun lalu Rp108,79 miliar. Lonjakan lebih dari dua kali lipat itu, menunjukkan permintaan pupuk majemuk NPGF terserap dengan kuat di pasar.
Selain NPK Granul, NPGF membukukan penjualan NPK Briket sebesar Rp3,62 miliar dan produk Mikro Rp2,06 miliar. Keduanya melengkapi portofolio produk pupuk perseroan. Lonjakan penjualan ikut mendongkrak profitabilitas NPGF. Laba bruto naik 68,39 persen yoy menjadi Rp59,58 miliar, dari Rp35,38 miliar pada kuartal III-2025. Laba usaha juga naik 59,11 persen yoy menjadi Rp16,71 miliar dari sebelumnya Rp10,50 miliar.
Capaian itu, mencerminkan aktivitas operasional makin besar seiring naiknya volume penjualan. Di level bawah, NPGF mengantongi laba bersih Rp4,51 miliar, tumbuh 11,54 persen yoy dibandingkan episode sama tahun lalu senilai Rp4,04 miliar. Dengan begitu, seluruh lini laba perseroan, dari laba bruto hingga laba bersih, kompak mencatat pertumbuhan. Kinerja kuartal III-2026 menegaskan NPGF tengah berada di jalur pertumbuhan yang solid.
Skala bisnis perseroan naik signifikan, dengan penjualan sembilan bulan sudah menembus Rp240 miliar. Dengan masih tersisa satu kuartal, NPGF berpeluang menutup 2026 dengan kinerja yang lebih kuat. Pupuk merupakan kebutuhan dasar sektor pertanian, sehingga permintaannya relatif stabil. NPK Granul sebagai produk unggulan diperkirakan tetap menjadi penopang utama kinerja perseroan ke depan. (*)
Related News
Resmi Terdepak, 17 dari 82 Saham HSC Turun Tajam ke Harga ARB!
Produksi Tambang Pani Meledak, EMAS Proyeksi Pertumbuhan Berkelanjutan
Kinerja Solid, OMED Naikkan Target Pendapatan Jadi Rp2,5 Triliun
Pengendali TRIN Lepas 35,94 Juta Saham, Nilainya Rp8,62 Miliar
Defisit, Saham Anjlok, Emiten Martua Sitorus Rugi Makin Bengkak
Usai Dicaplok H Isam, ini Kinerja Emiten Dato Low per 30 September





