EmitenNews.com - PT TrikomseL Oke Tbk. (TRIO) menyampaikan rencana pemulihan ke Bursa Efek Indonesia untuk menghindari delisting. Surat tanggapan disampaikan ke BEI pada Rabu, 15 Juli 2026.

TRIO pertama kali mencatatkan saham di BEI pada 14 April 2009. Namun perdagangan sahamnya telah disuspensi sejak 17 Juli 2019. Dengan masa suspensi yang sudah berjalan 81 bulan atau hampir 7 tahun, BEI terus mendesak perseroan menyampaikan rencana pemulihan agar terhindar dari delisting.

TRIO mengaku saat ini tengah menjalankan 3 inisiatif transformasi bisnis yakni, omnichannel, gadget berbasis kecerdasan buatan, dan ekonomi hijau. Progres keseluruhan disebut mencapai 30%.

"Target waktu tahun 2026 dimaksudkan untuk bisnis omnichannel dapat mencapai target pendapatan. Sementara bisnis gadget berbasis AI diharapkan mulai menghasilkan pendapatan di tahun 2026," kata Direktur TRIO, Djoko Harijanto.

Hingga 30 Juni 2026, bisnis omnichannel sudah mulai berkontribusi ke pendapatan. Bisnis gadget AI masih dalam tahap pengembangan. 

Untuk segmen ekonomi hijau, TRIO fokus pada pengolahan sampah organik menggunakan teknologi biokonversi Black Soldier Fly (BSF). Perseroan mengklaim memiliki formula khusus dan sistem rearing vertikal hemat lahan.

Proyek percontohan sudah dimulai. TRIO juga menjalin kerja sama dengan developer kawasan di Jakarta, operator jalan tol di Jawa, dan perusahaan perkebunan sawit. Sampah yang diolah berupa Municipal Solid Waste dari kawasan residensial.

TRIO menargetkan bisnis ekonomi hijau dapat mulai berkontribusi ke pendapatan pada 2027. Saat ini perseroan masih dalam proses fundraising.

"Kendala utama yang dihadapi Perseroan adalah keterbatasan modal kerja," ujar Djoko.

Restrukturisasi Utang Setinggi Rp1,25 Triliun