OCBC NISP Perkuat Bisnis Wealth Management, AUM Tembus Rp374 Triliun
:
0
Kantor pusat PT Bank OCBC NISP Tbk (Foto: Dok. OCBC NISP)
EmitenNews.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencatat aset kelolaan atau asset under management (AUM) bisnis wealth management sebesar Rp374 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut tumbuh 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring upaya bank memperkuat layanan pengelolaan kekayaan melalui kanal digital dan konsultasi keuangan.
Pengembangan bisnis ini dilakukan di tengah kebutuhan nasabah yang tidak hanya mencakup pilihan instrumen investasi, tetapi juga perencanaan keuangan, penentuan alokasi aset, serta pengelolaan risiko sesuai tujuan finansial masing-masing.
"Pendekatan wealth management perseroan diarahkan pada pemahaman terhadap kebutuhan dan tujuan keuangan nasabah, selain penyediaan produk investasi." ujar Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026) .
Untuk mendukung strategi tersebut, perseroan mengembangkan layanan digital melalui aplikasi OCBC Mobile. Nasabah dapat mengakses sejumlah instrumen, antara lain reksa dana, obligasi, bancassurance, dan tabungan emas. Aplikasi ini juga menyediakan fitur Wealth Discovery untuk membantu nasabah mengenali profil risiko dan memperoleh gambaran alokasi aset.
Pada 2026, perseroan juga memperkenalkan fitur For Your Investment (FYI), yang memungkinkan nasabah memilih instrumen investasi berdasarkan profil risiko dan aspirasi finansial. Perseroan juga menyediakan Wealth Report dan Wealth Insight sebagai sumber informasi untuk mendukung keputusan keuangan.
Di luar kanal digital, OCBC NISP tetap mengandalkan konsultasi langsung dalam layanan wealth management. Strategi ini menggabungkan akses teknologi dengan pendampingan untuk menyesuaikan pilihan investasi terhadap kondisi dan kebutuhan nasabah.
Dari sisi cakupan pasar, layanan wealth management OCBC NISP menjangkau beberapa segmen, mulai dari Nyala hingga Premier dan Private Banking. Perbedaan segmen tersebut mencerminkan upaya perseroan menyediakan layanan pengelolaan keuangan bagi nasabah dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam.
Perseroan menyatakan akan melanjutkan pengembangan bisnis ini melalui penguatan teknologi digital, layanan konsultasi, dan jangkauan solusi keuangan. Namun, perseroan belum merinci target pertumbuhan AUM maupun kontribusi masing-masing produk terhadap kenaikan aset kelolaan hingga Juni 2026.
Related News
Profitabilitas BMRI Menguat, Laba Naik 20,7% Jadi Rp45,5T di Q3 2026
BEI Helat RUPSLB 28 Oktober, Bahas Demutualisasi hingga Wacana Dividen
Protelindo Siap Setor Dividen Interim Sekitar Rp176 Miliar ke TOWR
WIKA Lepas Seluruh Saham Winner Senilai Rp641 Juta ke WIKA Recon
BTPN Syariah (BTPS) Toreh Laba Rp1,01 Triliun hingga Kuartal III 2026
Antam (ANTM) Berpeluang dapat Tambahan Wilayah Tambang Emas





