Orbit Zona Merah, IHSG Susuri Level 7.700

Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan akhir pekan lalu susut 2,054 persen menjadi 7.743. Secara teknikal, terdapat death cross pada stochastic RSI overbought area, dan terbentuk pola bearish engulfing mengindikasikan bearish reversal.
Dengan demikian, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 23 September 2024, IHSG akan menguji MA20 di level psikologis 7.700, dan resistance di kisaran 7.800. Phintraco Sekuritas menyarankan investor menjemput saham MBMA, PGAS, JSMR, AKRA, MEDC, dan PTBA.
Sementara itu, pertumbuhan jumlah uang beredar pada Agustus 2024 dijadwalkan rilis hari ini, Senin, 23 September 2024. Pada Juli 2024, posisi uang beredar tercatat tumbuh 7,4 persen YoY dipengaruhi pertumbuhan penyaluran kredit, dan peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat.
Adapun pertumbuhan jumlah uang beredar pada Agustus 2024 diharapkan tetap tumbuh stabil seiring dengan pertumbuhan kredit pada Agustus 2024 yang terjaga tumbuh double digit yakni 11,4 persen YoY.
Di sisi lain, data global market, akan ada rilis data S&P Global Composite PMI Flash September 2024 di Amerika Serikat (AS) pada Senin (23/9) diperkirakan turun di level 53 pada September 2024. Penurunan komponen pada Composite PMI, disebabkan ekspektasi penurunan dari sisi jasa diperkirakan 54.
Sementara sisi manufaktur diperkirakan sedikit tumbuh di level 48. Saat bersamaan, di Eropa juga terdapat rilis data Euro Area HCOB Composite PMI Flash September 2024 diperkirakan stagnan di level 51. Berbeda dengan AS, komponen PMI jasa diperkirakan sedikit meningkat di level 53, sedangkan PMI Manufaktur diperkirakan masih dalam zona kontraksi di level 45.6. (*)
Related News

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker

Diskon Biaya Listrik 50 Persen Berakhir, Maret Berlaku Tarif Normal