Outlook Corporate Credit Rating Aneka Tambang (ANTM) Jadi BB+ (Stabil)
:
0
EmitenNews.com -PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengkaliam corporate credit rating S&P Global tahun 2023 dari “B+/outlook Positif” menjadi “BB+/outlook Stabil”. Kenaikan rating ANTAM merefleksikan adanya peningkatan atas prospek bisnis Perusahaan melalui inisiatif pengembangan hilirisasi nikel Perusahaan untuk rantai industri baterai kendaraan listrik (EV Battery) di Indonesia dan juga bisnis emas.
Pengembangan rantai industri EV Battery yang dilakukan ANTAM merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan menguatkan posisi Indonesia dalam rantai industri EV Battery secara global. Selain itu, pertumbuhan profil kredit ANTAM meningkat seiring dengan pengelolaan likuiditas Perusahaan yang memadai dan tetap solid di tengah tantangan harga komoditas global.
Dalam laporannya, S&P berkeyakinan Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh kepada ANTAM melalui MIND ID. Hal tersebut didasari atas tujuan Pemerintah untuk mengelola dan mengonsolidasi aset tambang strategis melalui MIND ID yang bertujuan mengelola kepentingan dalam industri pertambangan domestik, terutama dalam kaitannya dengan kebijakan sumber daya alam untuk kepentingan nasional/negara.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Elisabeth RT Siahaan mengatakan: “Peningkatan rating sejalan dengan strategi keberlanjutan bisnis ANTAM dalam optimalisasi pada aspek operasi dan keuangan Perusahaan. Dalam menjalankan operasi, Perusahaan senantiasa melaksanakan operational excellence, dan berfokus dalam upaya pengelolaan biaya yang cermat melalui pelaksanaan program-program efisiensi yang tepat. Hal ini tentunya memberikan imbal hasil yang positif kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.”
Peningkatan rating ini juga didukung oleh implementasi strategi operasional yang tepat mendukung pertumbuhan profitabilitas ANTAM pada periode enam bulan pertama tahun 2023 (1H23). Posisi likuiditas keuangan ANTAM yang baik tercermin pada posisi arus kas bersih Perusahaan yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,69 triliun, tumbuh 96% dibandingkan capaian pada periode enam bulan pertama tahun 2022 (1H22) sebesar Rp861,32 miliar.
Related News
Penjualan Tumbuh Melebihi Industri, SMGR Cetak Laba Bersih Rp80 Miliar
TLKM Siapkan Rp1 Triliun Buyback Saham di BEI dan NYSE
Topline Kuat, Laba ICBP Q1 2026 Melemah Tertekan Selisih Kurs
SOCI Akuisisi Tanker 45.000 DWT, Usai Laba Q1-2026 Terkerek 82 Persen
Biayai Opex, SMMT Raih Kredit Jumbo dari Bank Mandiri Rp900M
Erajaya (ERAA) Daur Ulang 3.911 E-Waste, Tekan Emisi 437 Ton CO2e





