Outlook Utang Negatif, IHSG Terjun Lintasi 7.000
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks utama Wall Street ditutup mixed akhir pekan lalu. Investor berharap ada perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dalam waktu dekat di Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran tiba di Islamabad untuk berdiskusi dengan Pakistan meengenai potensi putaran kedua negosiasi dengan AS.
Harga minyak mentah ditutup sedikit melemah dengan adanya berita tersebut. AS mengirim utusan ke Pakistan, namun kemudian Presiden AS Donald Trump membatalkan setelah Menlu Iran meninggalkan Islamabad setelah berdiskusi dengan Pakistan.
Sentimen negatif berlanjut dengan pemblokiran Selat Hormuz. Meski AS mengumumkan perpanjangan gencatan senjata Israel-Lebanon selama tiga pekan, pertempuran tetap berlanjut di Lebanon selatan.
Sementara itu, AS berpotensi menghukum sekutu di NATO, termasuk menangguhkan Spanyol dari aliansi karena tidak mendukung AS dalam perang Iran. Investor akan mencermati potensi perundingan damai AS-Iran.
Di Wall Street, investor juga menanti rilis laporan keuangan beberapa emiten teknologi besar. Secara global, investor mencermati pertemuan The Fed, ECB, BoE, dan BoJ untuk membahas kebijakan moneter masing-masing pekan ini.
Data product domestic bruto (PDB) kuartal I 2026 AS, dan Euro Area juga akan rilis pekan ini. Investor lokal akan mencermati dampak konflik Timur Tengah terhadap prospek ekonomi domestik, termasuk depresiasi Rupiah, potensi inflasi, dan kemungkinan pelebaran defisit APBN 2026.
Moody's umumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas investment grade. Namun, dengan outlook direvisi dari stabil menjadi negatif. Secara teknikal, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan berpotensi menguji level psikologis 7.000.
Menilik data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Alamtri Minerals (ADMR), Alamtri Resources (ADRO), BFI Finance (BFIN), Indosat Ooredoo (ISAT), Ultrajaya (ULTJ), dan Saratoga Sadaya (SRTG). (*)
Related News
Sambut Awal Pekan! IHSG Ngebut Naik 1,39 Persen di 7.228
Aksi Jual Mendera, IHSG Orbit Zona Merah
Rupiah Tersungkur, IHSG Drop 6,61 Persen Sepekan, Apa Selanjutnya?
IHSG Anjlok ke 7.129, Waspadai Lanjutan Koreksi
Penurunan IHSG Sepanjang 2026 Terburuk Se-ASEAN, Asia Pasifik, & Dunia
OJK Perpanjang Tenggat Pelaporan SLIK Asuransi Hingga 2027





