EmitenNews.com—PT Jhonlin Agro Raya Tbk melaksanakan Pencatatan dan Perdagangan Perdana Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan kode saham JARR menjadi perusahaan tercatat ke - 33 pada tahun 2022 dan Perusahaan tercatat ke 799 di BEI. 

 

Jhonlin Agro Raya meraih dana sebanyak Rp366,8 miliar dengan melepas 1,22 miliar lebih saham yang merupakan 15,29 % dari modal disetor dan ditempatkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp300,- per saham.

 

Pagi ini saham Jhonlin (JARR) disambut aksi beli oleh para investor hingga melonjak 24,67 persen atau 74 poin ke level 374 per saham dengan volume saham ditransaksikan mencapai 162,06 juta, nilai transaksi mencapai Rp58,75 miliar dan frekuensi menyentuh 12.439 kali hingga pukul 09:05 WIB.

 

Jhonlin yang masuk dalam papan pengembangan untuk kelompok harga saham Rp 200 sd Rp 5.000, batas kenaikan maksimum adalah 25% dan batas penurunan maksimum adalah 7%.

 

“Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk Go Public melalui mekanisme perdagangan di BEI, mulai saat ini PT Jhonlin Agro Raya Tbk resmi menjadi perusahaan publik”, demikian disampaikan oleh Zafrinal, Direktur Utama JARR.

 

Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan sekitar 21% untuk pembayaran sebagian biaya pembangunan Pabrik Kelapa Sawit dan sekitar 79% akan digunakan untuk modal kerja. Dalam aksi korporasi ini emiten menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas serta 3 Penjamin Emisi Efek yaitu PT Panca Global Sekuritas, PT Binaartha Sekuritas dan PT Lotus Andalan Sekuritas.

 

Menurut Anshy ML Mawuntu, Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas, pada masa Penawaran Umum yang menggunakan sistem penawaran elektronik ini, tercatat sebanyak hampir 27 ribu pemesanan saham JARR. Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah lebih dari 7 miliar saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment, sehingga terjadi oversubscribed sebesar 58x dan kelebihan permintaan sebanyak hampir 7 kali dari total saham yang ditawarkan.

 

Direktur Keuangan JARR – Temmy Iskandar menjelaskan bahwa fundamental Perseroan sangat baik, Perseroan membukukan penjualan pada periode 3 bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2022 sebesar 1.303 miliar, naik 12433% dibandingkan penjualan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan volume penjualan FAME, seiring beroperasinya pabrik biodiesel Perseroan pada September 2021 serta produk baru PFAD, RBDPO, Glycerin dan Fatty Mater.

 

Dengan pencapaian positif itu Perseroan berencana membagikan dividen setelah IPO dengan besaran dividen sebanyak-banyaknya 15% dari laba bersih tahun buku 2023 dan dibayarkan pada tahun 2024, untuk 50-100 miliar dan sebanyak-banyaknya 20 % untuk diatas 100 miliar.