EmitenNews.com - Kenaikan harga gas liquified natural gas (LNG) Industri dilatari lonjakan harga energi pasar global, dan penurunan produksi pasokan energi domestik. Komponen harga gas LNG Industri tidak dapat disamakan dengan harga gas pipa. Itu karena ada komponen biaya tambahan seperti liquefaction, pengangkutan, penyimpanan, pembelian hingga proses regasifikasi LNG.

Terhadap kenaikan harga gas LNG Industri, Pemerintah melalui Kementerian ESDM memberi kebijakan berupa penurunan harga gas LNG Industri sebagai bentuk komitmen untuk menjaga daya saing industri dalam negeri yang berkelanjutan.

Penyesuaian itu, dilakukan melalui optimalisasi struktur biaya, dan peningkatan efisiensi seluruh rantai pasok LNG, termasuk harga gas hulu, biaya pemrosesan LNG, komponen infrastruktur, dan niaga. Dengan mekanisme itu, penyesuaian harga dilakukan secara proporsional seluruh rantai pasok, sehingga manfaatnya dapat diteruskan kepada pelanggan industri.

”Sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Pemerintah, Perusahaan Gas Negara (PGAS) siap mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan tetap menjaga profitabilitas bisnis niaga gas, dan bisnis perseroan secara keseluruhan,” tegas Fajriyah Usman, Corporate Secretary Pertamina Gas Negara.

Nah, untuk memastikan implementasi berjalan efektif, PGAS senantiasa melakukan koordinasi secara aktif dengan regulator, stakeholder terkait, dan  menyelaraskan kebijakan komersial perseroan dengan kebijakan Pemerintah.

PGAS juga berkomitmen menjaga pasokan gas bumi tetap andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung daya saing industri, memperkuat ketahanan energi nasional, memberikan manfaat bagi perekonomian, masyarakat, dan stakeholder terkait.

Sekadar informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyesuaikan harga gas alam cair atau LNG untuk industri turun menjadi USD13 per MMBTU. Merespons itu, harga saham PGAS langsung anjlok signifikan.

Sepanjang perdagangan kemarin, harga saham PGAS bertengger di kisaran Rp1.365. Menukik 60 poin alias 4,21 persen dari penutupan hari sebelumnya. Sejak awal tahun alias year to date, saham PGAS terpangkas 29,27 persen setara 565 poin dari edisi2 Januari 2026 di level Rp1.930. (*)