Tumbuh Minimalis, DSSA Raup Laba USD82,26 Juta Kuartal I
:
0
Petugas mengecek instalasi panel surya. FOTO - Dok DSSA
EmitenNews.com - Dian Swastatika (DSSA) per 31 Maret 2026 mengemas laba bersih USD82,26 juta. Mengalami lonjakan tipis 2,18 persen dari periode sama tahun lalu dengan tabulasi laba USD80,5 juta. Laba bersih per saham dasar emiten Sinarmas Group tersebut menjadi stagnan di level USD0,0005.
Pendapatan usaha USD693,23 juta, melorot 6 persen dari posisi sama tahun lalu USD737,55 juta. Beban pokok penjualan USD446,26 juta, mengalami penyusutan dari edisi sama tahun sebelumnya USD449,86 juta. Laba kotor terkumpul USD246,96 juta, mengalami dilusi dari fase tahun lalu senilai USD287,68 juta.
Beban penjualan USD81,84 juta, berkurang dari USD87,54 juta. Beban umum dan administrasi USD48,2 juta, menciut dari USD49,95 juta. Beban eksplorasi USD115 ribu, turundari USD670,24 ribu. Jumlah beban usaha USD130,16 juta, mengalami penyusutan dari USD138,17 juta.
Laba usaha USD116,8 juta, susut dari USD149,51 juta. Pendapatan bunga USD18,76 juta, turun dari USD22,27 juta. Ekuitas pada laba bersih investasi USD15,41 juta, melejit dari USD8,55 juta. Keuntungan selisih kurs mata uang asing USD6,82 juta, susut dari USD9,99 juta. Beban bunga dan keuangan USD20,6 juta, bengkak dari USD15,57 juta.
Lain-lain USD8,95 juta, mengalami lompatan dari minus USD4,26 juta. Penghasilan lain-lain USD29,35 juta, melejit dari USD20,98 juta. Laba sebelum pajak USD146,16 juta, mengalami perosotan dari USD170,49 juta. Laba periode berjalan USD118,45 juta, mengalami koreksi dari USD135,06 juta.
Jumlah ekuitas terakumulasi senilai USD2,36 miliar, melonjak signifikan dari akhir tahun sebelumnya USD2,26 miliar. Total liabbilitas USD2,22 miliar, membengkak dari akhir 2025 senilai USD2,15 miliar. Jumlah aset USD4,59 miliar, mengalami lompatan dari akhir tahun lalu USD4,41 miliar. (*)
Related News
Laba BMRI Tembus Rp45,5 Triliun, Potensi Dividen Lebih Besar?
PSSI Alihkan 172 Juta Saham Treasuri ke Pemegang Saham, Rasio 30:1
Profitabilitas BMRI Menguat, Laba Naik 20,7% Jadi Rp45,5T di Q3 2026
OCBC NISP Perkuat Bisnis Wealth Management, AUM Tembus Rp374 Triliun
BEI Helat RUPSLB 28 Oktober, Bahas Demutualisasi hingga Wacana Dividen
Protelindo Siap Setor Dividen Interim Sekitar Rp176 Miliar ke TOWR





