Pasar Modal Dapat Dorongan Reopening China, Ini Rekomendasi Investasi untuk HNWI

Penjualan ritel dan industri manufaktur yang bergerak meningkat signifikan akan mendorong kinerja perusahaan dalam negeri pada tahun ini akan berjalan dengan baik. Meskipun di sisi lain, reopening China dapat mendorong adanya kenaikan harga input produksi, walaupun diperkirakan hanya akan terjadi sementara dan akan mengalami perbaikan kembali pada semester II-2023 seiring dengan meredanya dampak reopening tersebut.
Rekomendasi Reksadana
Erik menyarankan strategi yang dapat dilakukan oleh investor high net worth individual (HNWI) adalah dengan memanfaatkan momentum ini untuk menambah eksposur ke investasi yang mendapat manfaat dari pembukaan ekonomi China ini. Namun, porsi investasi sebaiknya disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan investor.
"Investor dengan profil risiko agresif dapat mempertimbangkan reksadana saham denominasi USD dengan eksposur tinggi ke China. Selain itu, reksadana saham rupiah yang memiliki porsi aset pada saham-saham nikel dan tembaga juga dapat diuntungkan," ujar Erik.
Sementara itu, Managing Partner Bareksa Prioritas Citra Putri mengingatkan investor HNWI untuk tetap melakukan diversifikasi di berbagai kelas aset untuk meminimalisir risiko dan aksi berjaga-jaga. Reksadana pasar uang nilainya cenderung stabil dan sifatnya likuid sehingga memiliki kemiripan seperti memegang uang cash.
"Investor yang risk averse dapat menambah alokasi dana di reksadana pasar uang. Sementara investor yang risk taker dapat menjaga risikonya dengan menaruh sebagian di pasar uang dan sisanya dialokasikan di reksadana saham maupun pendapatan tetap, atau dengan memilih instrumen reksadana campuran," tambah Citra.
Related News

OP Pangan Murah Salurkan 2.853 Ton Komoditas Selama Ramadan

Maanfaatkan Pasar Mamin, ITPC Meksiko Fasilitasi Business Matching

Malaysia Cabut Bea Masuk Anti Dumping Serat Selulosa Asal Indonesia

PLN Pertahankan Status Siaga Kelistrikan Hingga 11 April

Kemenperin Rilis Peta Jalan Hilirisasi untuk Pacu Swasembada Aspal

Investasi Tembus Rp206 Triliun, Industri Agro Serap 9,3 Juta Naker