EmitenNews.com - Penghimpunan dana dari pasar modal telah mencapai Rp144,78 triliun per 8 Agustus 2025. Itu berarti mencapai 65 persen dari target akhir 2025 yang sebesar Rp220 triliun. Bagusnya, jumlah investor terus meningkat signifikan, mencapai 17,57 juta atau tumbuh 18,15 persen (ytd). Mayoritas 54,25 persen berusia di bawah 30 tahun.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat dari total penghimpunan dana tersebut, 16 efek di antaranya dari emiten baru, terdiri atas 14 emiten saham dan 2 emiten efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan nilai total Rp8,49 triliun.

“Sampai 8 Agustus 2025, Alhamdulillah sudah 65 persen atau Rp144,7 triliun,” kata Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, dan Pemeriksaan Khusus OJK I. B. Aditya Jayaantara dalam konferensi pers HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia di BEI, Jakarta, Senin (11/8/2025).

Strategi penghimpunan dana di pasar modal tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah emisi, tetapi juga pada kualitasnya.

Dari sisi kuantitas, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) gencar melakukan sosialisasi, mendorong lebih banyak penerbitan efek.

Namun, dari sisi kualitas, upaya peningkatan dilakukan melalui penguatan peran profesi penunjang pasar modal, termasuk underwriter atau penjamin emisi efek (PEE).

Hal tersebut tertuang dalam POJK No. 13 Tahun 2025 yang menegaskan tugas underwriter termasuk untuk melakukan filtering atau uji tuntas terhadap calon emiten.

Langkah ini diharapkan memastikan emiten yang masuk ke bursa memiliki kesiapan optimal, baik dari aspek tata kelola maupun penawaran yang menarik bagi investor.

“Jadi tidak hanya meningkatkan kuantitasnya, tapi juga kualitasnya kita tingkatkan baik dari OJK maupun dari pihak-pihak profesi yang kita harapkan dapat membutuhkan nasihat atau jasanya secara lebih optimal,” kata Aditya.

Hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.533,39. Itu berarti menguat 6,41 persen year to date (ytd), dengan kapitalisasi pasar naik 9,88 persen menjadi Rp13.555 triliun.