Pasar Respon Positif Upaya Transparansi Otoritas Pasar Modal Indonesia
:
0
Pelaku pasar merespon positif upaya transparansi otoritas pasar modal Indonesia terkait dengan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI). Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada Selasa (3/2/2026) sore ditutup menguat. Dok. Radar Surabaya.
EmitenNews.com - Pelaku pasar merespon positif upaya transparansi otoritas pasar modal Indonesia terkait dengan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI). Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada Selasa (3/2/2026) sore ditutup menguat. Meski begitu Selasa pagi IHSG dibuka melemah.
Data yang ada menunjukkan pada penutupan Selasa sore, IHSG menguat 199,87 poin atau 2,52 persen ke posisi 8.122,60. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 17,48 poin atau 2,17 persen ke posisi 823,72.
Kepada pers, Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, technical rebound karena sudah oversold, dan faktor transparansi dari regulator terkait isu MSCI.
Menurut Muhammad Wafi, selama pekan ini, IHSG akan bergerak konsolidasi cenderung menguat. Untuk investor asing (foreign investor), menurutnya masih akan bersikap wait and see terhadap pengumuman MSCI selanjutnya.
“Domestik banyak yang bargain hunting karena sebentar lagi musim laporan keuangan full year 2025,” ujarnya.
Sementara itu, dari komoditas, harga emas dan perak tercatat rebound (berbalik menguat) pada perdagangan Selasa ini, setelah mengalami aksi jual masif selama dua hari. Koreksi besar-besaran emas dan perak merupakan penyesuaian posisi daripada merupakan penurunan berkelanjutan.
Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan BEI pada Selasa pagi dibuka melemah 42,25 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.880,47.
Untuk kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,89 poin atau 0,36 persen ke posisi 809,13. ***
Related News
BI dan BNM Perkuat Kerja Sama Moneter, Cek Ruang Lingkupnya
Jelang Review MSCI 12 Mei, OJK Minta Pasar Tak Panik
BEI Pantau Saham FORE, Masuk Kategori UMA
POJK 4/2026 Berlaku, OJK Pisahkan Produk Investasi & DPK Bank Syariah
BEI Pantau Ketat WBSA Akibat Konsentrasi Kepemilikan Tinggi
Setujui Dua BPR di Jatim Bergabung, Mari Dengar Harapan OJK





