Pasar Waspada, IHSG Menuju Level 7.550
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memvalidasi pola minor bearish reversal. Itu dengan catatan apabila sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 29 Oktober 2024 breaklow 7.630. Secara teknikal, level 7.630 tersebut berada tepat pada indikator MA20 sebagai batas trend jangka menengah.
Apalagi, MACD terkonfirmasi death cross bersamaan dengan pelemahan Senin, 28 Oktober 2024. Support IHSG berada di kisaran 7.550. Laggards utama IHSG saham-saham bank, khususnya bank-bank berkapitalisasi besar. Pasar nampaknya masih mencerna atau menakar potensi dampak keputusan pailit salah satu emiten besar di Bursa Efek Indonesia.
Tersebab, Sritex (SRIL) tercatat memiliki utang jangka panjang cukup besar di beberapa bank, termasuk bank-bank berkapitalisasi besar tersebut per laporan keuangan Juni 2024. Kondisi itu, terjadi menjelang pengumuman major index review oleh MSCI pada 6 November 2024.
Bersandar pada sejumlah data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Bank Jago (ARTO), Adaro Minerals (ADMR), Indah Kiat (INKP), Timah (TINS), dan Erajaya Swasembada (ERAA).
Nah, dari eksternal, pasar cenderung berhati-hati jelang rilis data consumer confidence, dan pembukaan lapangan kerja baru Amerika Serikat (AS) nanti malam (29/10). Data tersebut akan berdampak signifikan terhadap pandangan pasar atas arah kebijakan moneter the Fed sisa 2024. (*)
Related News
IHSG Tumbang di Penutupan Pekan, Merosot 53 Poin ke 8.212
Bangun Ekosistem Syariah, BSN Gandeng UNS
Nyemek ala Warmindo Makin Hype!
IHSG Melemah ke 8.218, Saham Big Caps Tekan Indeks
KISI Raih Obligasi Rupiah Terbaik 2025 di Alpha Southeast Asia Award
SMV Kemenkeu Kucurkan Rp4,48 Miliar Untuk Bangun 56 Rumah Layak Huni





