Pascapemilu, Investor Global Kembali Pindahkan Portofolionya ke AS
:
0
Perkembangan politik di AS diprakirakan akan diikuti dengan arah kebijakan fiskal lebih ekspansif dan strategi ekonomi berorientasi domestik (inward looking policy)
EmitenNews.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan risiko perekonomian global semakin tinggi disertai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan fragmentasi perdagangan. Perkembangan politik di AS diprakirakan akan diikuti dengan arah kebijakan fiskal lebih ekspansif dan strategi ekonomi berorientasi domestik (inward looking policy), termasuk penerapan tarif perdagangan yang tinggi dan kebijakan imigrasi yang ketat.
Perkembangan ini diprediksi akan berdampak pada risiko melambatnya pertumbuhan ekonomi dan kembali meningkatnya inflasi dunia. "Di AS, proses penurunan inflasi akan berjalan lebih lambat sehingga penurunan suku bunga Fed Funds Rate (FFR) diprakirakan juga akan lebih terbatas," papar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan persnya.
Sementara itu, kebutuhan pembiayaan defisit fiskal yang lebih besar mendorong kembali meningkatnya yield US Treasury baik tenor jangka pendek maupun jangka panjang.
"Perubahan politik di AS tersebut telah berdampak pada menguatnya mata uang dolar AS secara luas, serta berbaliknya preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke AS," tambah Perry.
Akibatnya, tekanan pelemahan nilai tukar berbagai mata uang dunia semakin tinggi dan terjadi aliran keluar portofolio asing, termasuk dari negara Emerging Market (EM).
Karena itu menurutnya penguatan respons kebijakan diperlukan untuk memperkuat ketahanan eksternal dari dampak negatif memburuknya rambatan global tersebut terhadap perekonomian di negara-negara EM, termasuk Indonesia.(*)
Related News
Buka Peluang Akuisisi Saham Eramet, Rosan Ungkap Langkah Danantara
Ada 5 Uang Palsu di Setiap Rp1 Juta yang Beredar, Kenali Ciri-Cirinya
Demi Bisa Ciptakan Ekonomi Baru, Master Plan Giant Seawall Diubah
Harga Minyak Turun di Tengah Ketidakpastian Gencatan Senjata AS - Iran
Rupiah Masih di Tren Melemah, Efek Rebalancing MSCI?
Harga Perak Capai Level Terkuatnya Dalam Dua Bulan





