EmitenNews.com - PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) membeberkan rencana pembagian dividen untuk tahun buku 2025 sebesar Rp397,5 miliar atau setara Rp53 per saham. Keputusan itu disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat lalu (8/5/2026).

Direktur PBID, Lukman hakim juga menyampaikan sepanjang tahun 2025, PBID berhasil meraih penjualan mencapai Rp5,19 triliun dengan laba usaha mencapai Rp506 miliar. Sementara itu, PBID membukukan laba bersih sebesar Rp402 miliar dengan total aset dan ekuitas masing-masing Rp3,48 triliun dan Rp2,94 triliun.

Menghadapi tantangan dan ketidakapastian pasokan bahan baku imbas konflik Timur Tengah di tahun 2026, emiten yang bergerak di industri dan distribusi plastik terpadu itu (PBID) tetap optimistis dengan sejumlah strategi yang telah disiapkan.

Di antaranya untuk menjaga ketersediaan bahan baku utama, yakni resin plastik berbasis nafta dengan melakukan strategi diversifikasi supplier dan memaksimalkan feedstock, termasuk efisiensi biaya yang dikeluarkan perseroan.

“Kami memiliki 4 hingga 5 supplier cadangan dan tidak bergantung pada satu produsen. Dan, kami menjaga level inventaris yang aman untuk menghindari panic buying saat harga melonjak akibat geopolitik,” tutur manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (11/5/2026).

Sementara dari sisi inovasi produk, PBID menegaskan seluruh lini produknya telah memenuhi standar food grade alias layak dan aman digunakan konsumen.

Perseroan juga terus menghadirkan berbagai ukuran dan jenis kemasan, termasuk produk kemasan kecil untuk kebutuhan pelaku UMKM.

Untuk produk yang membutuhkan daya tahan panas, perusahaan merekomendasikan penggunaan plastik berbahan high-density polyethylene (HDPE) yang mampu menahan suhu hingga sekitar 80 derajat Celsius.

Sementara pada perdagangan intraday Senin (11/5/2026) saham PBID terpantau naik 0,92 persen ke level Rp545. Secara year to date saham PBID terpantau menguat 12,14 persen atau naik 59 poin. (*)