Pedagang Pakan Udang (GWAA) Gelar IPO Rp100-120 Per Saham
:
0
ILustrasi: benih udang
EmitenNews.com - Perusahaan perdagangan pakan pembenihan udang dan ikan PT Golden Westindo Artajaya Tbk (GWAA), akan melakukan penawaran umum atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak-banyaknya 685,71 juta atau 30% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh pada nominal Rp25 per lembar.
Berdasarkan prospektus di laman e-ipo Selasa (10/9) calon emiten pedagang peralatan akuarium dan pakan beku ikan hias ini mulai menggelar book building atau penawaran awal pada 10 hingga 18 September 2024 dengan harga kisaran Rp100-120 per lembar. Dari IPO ini GWAA bakal meraup dana Rp82,28 miliar.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi PT Shinhan Sekuritas Indonesia.
Dana hasil penawaran umum rencananya sebesar 40,5% akan digunakan untuk belanja modal perseroan seperti pembelian lahan dan pembelian peralatan artemia hatching facility sebesar 44,2% dan sisanya digunakan modal kerja perseroan serta 15,3% digunakan investasi dalam bentuk penyertaan modal pada PT Kyorin Group Indonesia (KGI)
PT Golden Westindo Artajaya (GWAA) berdiri sejak tahun 1994 dan bergerak dalam perdagangan pakan pembenihan udang dan ikan, pakan ikan hias, peralatan akuarium dan pakan beku ikan hias.
Perseroan membagi bisnisnya menjadi 2 (dua) divisi usaha atas kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perseroan dan Entitas Anak, yakni Divisi Aquaculture dan Divisi Aquatic.
Perdagangan atas produk pakan ikan hias dengan merek “Hikari” Perdagangan atas produk peralatan akuarium dengan merek “Eheim” dan Produksi pakan beku ikan hias serta perdagangan atas hasil produksi pakan beku ikan hias.
PT Golden Westindo Artajaya (“Perseroan”) berdiri sejak tahun 1994 dan bergerak dalam perdagangan pakan pembenihan udang dan ikan, pakan ikan hias, peralatan akuarium dan pakan beku ikan hias.
Dalam laporan keuangan hingga Maret 2024 GWAA mencatakan Laba bersih Rp3,852 miliar dari hasil pendapatan sebesar Rp25,064 miliar.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





