Pefindo Beberkan Peringkat J Resources (PSAB), Telisik Detailnya
:
0
Dua pekerja di proyek milik PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idBBB+ untuk PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) serta Obligasi Berkelanjutan I dan MTN I yang diterbitkan. Prospek atas peringkat Perusahaan adalah stabil.
Peringkat mencerminkan sumber daya dan cadangan tambang Perusahaan yang cukup besar, fleksibilitas keuangan yang moderat, dan permintaan emas yang stabil.
Peringkat tersebut dibatasi oleh struktur permodalan Perusahaan yang agresif, eksposur terhadap fluktuasi harga emas, serta risiko terkait pengembangan tambang baru, tulis Pefindo dalam rilisnya Selasa (16/10).
Peringkat dapat dinaikkan apabila PSAB telah secara penuh mengoperasikan proyek Doup sesuai dengan yang diproyeksikan yang dapat memperbaiki profil keuangan Perusahaan secara berkelanjutan.
Peringkat dapat berada dalam tekanan apabila Perusahaan tidak dapat memperoleh pendanaan yang dibutuhkan secara tepat waktu yang dapat menunda konstruksi atas proyek Doup.
Keterlambatan ini dapat berdampak pada penurunan volume produksi yang signifikan dibanding yang diproyeksikan dalam waktu dekat dan berdampak negatif pada pendapatan PSAB yang dapat memperburuk profil keuangan Perusahaan. Penurunan signifikan atas harga emas juga dapat memicu penurunan peringkat, karena hal ini dapat memperburuk profil finansial Perusahaan.
PSAB didirikan pada tahun 2002 dengan kegiatan Perusahaan meliputi eksplorasi, pertambangan, dan pengolahan emas. Perusahaan mempunyai aset pertambangan yang terdiversifikasi di Indonesia (Seruyung di Kalimantan Utara dan Bakan, Lanut, dan Doup di Sulawesi Utara) dan Malaysia (Penjom). Perusahaan mempunyai dua tambang yang berproduksi dan satu tambang dalam tahap konstruksi. Per tanggal 30 Juni 2024, pemegang saham Perusahaan adalah Jimmy Budiarto (92,50%) dan publik(7,50%).
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk





