Pefindo Beri Peringkat Anak Usaha Medco Energi (MEDC) idA(sy)

Gambar salah satu kapal operasional MEDC
EmitenNews.com - PEFINDO menegaskan peringkat idA terhadap PT Medco Power Indonesia (MEDP) dan Obligasi I Tahun 2018, serta peringkat idA(sy) terhadap Sukuk Wakalah I Tahun 2018, Sukuk Wakalah II Tahun 2019, dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan I Tahun 2022 yang diterbitkan MEDP.
Outlook untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat ini mencerminkan pentingnya MEDP secara strategis bagi pemegang saham pengendali, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC, idAA-/Stabil), aliran pendapatan dan marjin laba yang stabil, serta potensi terhadap permintaan listrik domestik.
Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh risiko proyek pembangkit listrik, struktur permodalan yang agresif, dan proteksi arus kas yang lemah.
PEFINDO dapat mempertimbangkan kenaikan peringkat jika MEDP berhasil memperbaiki struktur permodalan dan proteksi arus kas secara signifikan. Ini dapat dicapai melalui peningkatan efisiensi operasional, penambahan sumber pendapatan, atau usaha deleveraging yang signifikan.
Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika MEDP menambah utang melebihi proyeksi atau mendivestasikan kepemilikan saham pada aset strategis yang mengurangi kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas, melemahkan profil bisnis dan keuangan.
Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika MEDP tidak lagi dianggap sebagai anak perusahaan yang strategis bagi MEDC, yang tercermin dari divestasi kepemilikan material.
MEDP adalah produsen listrik independen (IPP) yang fokus pada pembangkit listrik dengan sumber energi bersih, seperti gas, panas bumi, dan energi terbarukan, untuk menyediakan tenaga listrik bagi PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PPLN, idAAA/Stabil), terutama di Indonesia bagian barat.
MEDP juga menyediakan jasa operasi dan pemeliharaan (O&M), mayoritas melalui TJB Power Services.
Per 31 Desember 2023, pemegang saham perusahaan adalah PT Medco Power Internasional (51,0%) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (49,0%).
Related News

Emiten TP Rachmat (ASSA) Cetak Laba Melonjak di 2024

Nusa Raya Cipta (NRCA) Bukukan Pendapatan Rp3,3T Sepanjang 2024

Penjualan Oke, Laba ENAK 2024 Tergerus 16 Persen

Melejit 708 Persen, Pendapatan BEEF 2024 Sentuh Rp4,93 Triliun

Rugi Menipis, Emiten Sri Tahir (SRAJ) 2024 Defisit Rp542 Miliar

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen