Pefindo Tegaskan Peringkat Sampoerna Agro (SGRO) idA(sy), Ini Sebabnya

EmitenNews.com - PEFINDO menegaskan peringkat "idA" untuk PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dan Obligasi Berkelanjutan I.
PEFINDO juga menegaskan "idA(sy)" untuk Sukuk Ijarah I yang diterbitkan Perusahaan. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil.
SGRO berencana untuk melunasi Obligasi Berkelanjutan I tahap II Seri A senilai Rp127,67 miliar dan Sukuk Ijarah I Tahap II Seri A senilai Rp236,64 miliar yang keduanya akan jatuh tempo pada 17 Maret 2024 menggunakan dana internal atau pendanaan eksternal.
Per 30 September 2023, Perusahan mencatatkan kas dan setara kas senilai Rp408,2 miliar.
Peringkat mencerminkan profil perkebunan Perusahaan yang baik, operasi hulu yang terintegrasi, dan permintaan domestik yang stabil untuk minyak kelapa sawit (CPO).
Peringkat tersebut dibatasi oleh kebijakan keuangan dan struktur permodalan yang moderat, proteksi arus kas yang moderat, serta paparan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan cuaca yang tidak menguntungkan.
Peringkat dapat dinaikkan jika SGRO mampu meningkatkan pertumbuhan produktivitas yang berkelanjutan atau memperluas area perkebunannya dan meningkatkan kapasitas produksi. Hal ini juga harus disertai dengan struktur permodalan yang lebih konservatif dan perlindungan arus kas yang lebih kuat.
Peringkat dapat diturunkan jika Perusahaan menambah utang yang jauh lebih besar daripada yang diproyeksikan atau jika harga CPO turun secara signifikan yang dapat melemahkan profil keuangan Perusahaan secara keseluruhan.
Didirikan pada tahun 1993, SGRO bergerak dalam bisnis perkebunan kelapa sawit, dengan total area perkebunan seluas 132 ribu hektar (ha) per posisi 30 September 2023 (9M2023). Area ini terdiri dari 82 ribu ha kebun inti dan 50 ribu ha kebun plasma yang berlokasi di Sumatra dan Kalimantan. Kegiatan bisnis Perusahaan meliputi menanam dan memanen pohon kelapa sawit hingga produksi CPO dan inti sawit.
Fasilitas produksi Perusahaan terdiri dari delapan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 515 ton tandan buah segar (TBS)/jam. Per posisi 9M2023, pemegang saham Perusahaan adalah Sampoerna Agri Resources Pte. Ltd (69,68%) dan publik (30,32%).
Related News

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar