Pefindo Tetapkan Peringkat idAA- untuk Semen Baturaja (SMBR)
Lembaga pemeringkat efek, Pefindo menetapkan peringkat idAA- dengan prospek stabil untuk PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).
EmitenNews.com - Lembaga pemeringkat efek, Pefindo menetapkan peringkat idAA- dengan prospek stabil untuk PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).
Peringkat tersebut mencerminkan tingkat kemungkinan yang kuat SMBR mendapat dukungan dari induk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR, idAAA/stabil), posisi yang kuat di pasar utama, dan struktur permodalan yang kuat.
Namun dalam pernyataan resminya Pefindo menegaskan peringkat tersebut dibatasi oleh profil bisnis Perusahaan yang terkonsentrasi serta profitabilitas yang terbatas di tengah persaingan yang ketat dan biaya yang lebih tinggi.
Peringkat dapat dinaikkan jika SMBR berhasil memperkuat posisi pasarnya serta meningkatkan utilisasi pabrik dan profitabilitas secara berkelanjutan. Peringkat dapat diturunkan jika kami memandang tingkat dukungan yang diberikan dari induk melemah, ditunjukkan oleh divestasi kepemilikan yang material dan kontrol atas SMBR atau sinergi bisnis dalam grup yang lebih lemah.
Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika profitabilitas SMBR memburuk secara material, atau Perusahaan berutang lebih besar daripada yang diproyeksikan tanpa dikompensasi oleh prospek pendapatan yang lebih kuat.
Didirikan pada tahun 1974, SMBR bergerak di bidang manufaktur dan distribusi semen. Pada tahun 2022, saham pemerintah SMBR sepenuhnya dialihkan ke SMGR. Fasilitas terpadunya berlokasi di Baturaja (Sumatra Selatan) dan fasilitas pengemasan di Palembang (Sumatra Selatan) dan Panjang (Lampung). Per 31 Desember 2024, pemegang sahamnya adalah SMGR (76%), PT Asuransi Jiwa IFG (8%), dan publik (16%).(*)
Related News
Lewati Target 2025, Laba Bersih IMPC Naik 15 Persen ke Rp620 Miliar
RUPST Bank Mega (MEGA) Setujui Dividen Rp2T dan Saham Bonus Rp5,87T
INET Reorganisasi Kerja Sama dengan Group WIFI dari IJE ke JIA
BREN Akhiri Buyback Satu Bulan Lebih Cepat, Ini Alasannya
Emiten Haji Isam (TEBE) Bagi Dividen Jumbo, Yield Capai 12,33 Persen!
Penjualan Turun, Laba Gudang Garam (GGRM) Menggunung Rp1,55T di 2025





