Pelatihan Magang Vokasi Penempatan di 25 KEK, Lulusan SMA Merapatlah
:
0
Ilustrasi tamatan Sekolah Menengah Atas merayakan kelulusan. Dok Harianindonesi.id.
EmitenNews.com - Kabar baik bagi lulusan sekolah menengah atas. Pemerintah tengah menggodok program pelatihan untuk Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026. Harapannya agar lulusan SMA/SMK memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia industri serta siap memasuki dunia kerja. Keluaran pelatihan magang vokasi ini akan ditempatkan pada 25 KEK di Tanah Air.
Kepada pers, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/4/2026), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan skema pelatihan akan difokuskan sesuai dengan kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategi Nasional (PSN).
"Jadi kami ingin pelatihan-pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk juga nanti magang, itu lebih match lagi, lebih dekat lagi dengan kebutuhan dari KEK atau PSN," ujar Menaker Yassierli usai rapat dengan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto serta para pengelola KEK.
Selama ini, diakui terdapat ketidaksesuaian antara pelatihan yang diberikan oleh balai latihan kerja dengan kebutuhan di beberapa kawasan KEK. Maka dari itu, penyesuaian pelatihan diharapkan dapat lebih sasaran.
Dalam pertemuan di kantor Kemenko Perekonomian itu, sudah dipetakan apa yang bisa dilakukan ke depan, lebih konkret, lebih kolaboratif. Pihak KEK juga mengungkapkan apa saja yang mereka butuhkan.
Saat ini pemerintah memiliki kuota sekitar 60.000 peserta untuk program pelatihan vokasi yang telah dialokasikan dalam anggaran. Rencananya, program magang akan tersebar di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan 25 KEK.
"Jadi yang kita latih vokasi langsung. Mereka bisa bekerja, termasuk juga nanti ancang-ancang ketika program magang dijalankan. Kami ingin adik-adik yang ikut magang mendapatkan pengalaman real dari industri," ujarnya
Sebelumnya Menaker Yassierli menegaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang agar lulusan memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia industri serta siap memasuki dunia kerja. Jadi, program dirancang link and match dengan kebutuhan industri.
“Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja," kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026).
Program ini dilaksanakan secara nasional dan diikuti oleh 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.
Penting dicatat, Pelatihan Vokasi Kemnaker adalah program pelatihan gratis untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja, khususnya lulusan SMA/SMK, dengan kuota 20.000 peserta pada Batch 1 2026. Pendaftarannya melalui skillhub.kemnaker.go.id dan SIAPkerja. Kejuruan pelatihan mencakup IT, pariwisata, manufaktur, otomotif, dan konstruksi, disertai fasilitas uang saku dan sertifikat. ***
Related News
Pengembangan Kasus Tambang Samin Tan, Ada Tiga Tersangka Baru
Peringatan Dini BMKG Jabodetabek, Jumat dan Sabtu Waspadalah!
Polri Buru DPO Frendry Dona, Ini Kejahatan Otak Lab Vape Etomidate Itu
Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Lewat Selat Hormuz, Begini Jurus Menlu
KPK Bongkar Korupsi Modus THR Terjadi di Banyak Wilayah, Cek Datanya
Pria Mayoritas Pelaku Korupsi di Indonesia, Perempuan Juga Banyak!





