Pemerintah Janjikan Percepatan Industri Hilirisasi Batu Bara
:
0
EmitenNews.com - Pemerintah Indonesia saat ini fokus pada pengembangan industri hilir batu bara untuk mengurangi beban impor LPG yang begitu besar setiap tahun, yakni menyentuh 7 juta ton atau senilai Rp80 triliun.
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Air Products berinvestasi US$ 15 miliar atau setara Rp 210 triliun dan sudah merealisasikan investasi tahap pertama senilai US$ 7 miliar atau setara Rp 102 triliun (kurs Rp 14.600/dolar).
Diantaranya untuk sejumlah proyek, yakni pengembangan pabrik pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Muara Enim, Sumatra Selatan, serta dua pabrik metanol di Balongan, Jawa Barat, dan Cepu, Jawa Tengah.
Air Products, perusahaan asal Negeri Paman Sam yang bergerak di sektor energi itu, adalah pihak yang memiliki andil besar dalam pengembangan industri hilir batu bara di Muara Enim, Sumatra Selatan, awal tahun ini.
Dana investasi yang tersisa, kata Bahlil, akan digunakan membangun proyek energi hidrogen.
Related News
Emiten Prajogo (TPIA) Buyback Rp2 Triliun via BCA Sekuritas
Emiten Aguan Raup Laba Naik 38,46 Persen, Efek iPhone 18 Pro Series?
Saham SUPA Bangkit, Laba Meroket 398,8 Persen
Kuartal III, COIN Berbalik Boncos Rp40,78 Miliar
WISL Siapkan Kas Rp2,12 Triliun Buat Lunasi Utang
BNI Buyback Rp547 Miliar, Durasi Sampai 27 Januari





