Pemerintah Perpanjang Kebijakan Pungutan Ekspor CPO 0 Persen Hingga 31 Oktober
:
0
EmitenNews.com—Pemerintah memperpanjang kebijakan pungutan ekspor produk minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 0% hingga 31 Oktober, yang disebut sebagai upaya menopang harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Rabu (24/8), dalam rapat di DPR. Seperti diketahui, pemerintah membebaskan pungutan ekspor minyak sawit dari pertengahan Juli dan kebijakan itu akan berjalan hingga akhir Agustus ini. Artinya, jika tak diperpanjang, pungutan ekspor maksimum USD240 per ton berlaku pada bulan September.
Menurut Zulkifli, keputusan memperpanjang pungutan 0% diambil untuk membantu mendorong ekspor minyak sawit dan menopang harga buah sawit bagi petani.
Sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia sedang berjuang mengatasi penuhnya stok CPO menyusul larangan ekspor yang diberlakukan hanya 3 pekan pada bulan Mei, menyusul kelangkaan minyak goreng di pasar domestik.
Meskipun larangan ekspor tak lama, dan pemerintah telah mengubah kebijakan pajak, ekspor sejauh ini tetap lambat, sehingga tangki penyimpanan mendekati kapasitas dan harga turun.
Related News
Eks Ketua Ombudsman Ini Minta Dibebaskan dari Tuntutan 5,6 Tahun
Bantuan Pangan 33,2 Juta Keluarga Per 10 Kg Beras Segera Disalurkan
Stok Beras Bulog 2026 Capai 5,4 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Terbit Perpres Ojol 2026, Status Pengemudi Mitra dengan Perlindungan
Sah, BSN Resmi Salurkan KUR
Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Rp180 T dan Ekspor Baterai EV





