EmitenNews.com - Pemerintah Selasa (22/3) kemarin menggelar lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dari hasil lelang sukul tersebut pemerintah berhasil menyerap utang senilai Rp2,8 triliun.


Keenam seri SBSN yang dilelang Selasa kemarin adalah seri SPNS06092022 (reopening), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS030 (reopening), PBS029 (reopening) dan PBS033 (reopening). Lelang dilaksanakan melalui sistem lelang Bank Indonesia.


Berdasarkan informasi yang disampaikan Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk sebesar Rp13,385 triliun.


Rinciannya, untuk seri SPNS06092022 jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp4,020 triliun, seri PBS031 Rp1,346 triliun, seri PBS032 Rp2,181 triliun, seri PBS030 Rp1,176 triliun, seri PBS029 Rp3,212 triliun, dan seri PBS033 sebesar Rp1,450 triliun.


Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, hasil lelang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Dan hasilnya, Menkeu menetapkan total nominal yang diraup dari lelang enam seri sukuk tersebut sebesar Rp2,8 triliun.


Rinciannya adalah; untuk SPNS06092022 tidak ada yang ditarik, untuk seri PBS031 sebesar Rp0,600 triliun, seri PBS032 sebesar Rp0,850 triliun, seri
PBS030 sebesar Rp1,100 triliun, seri PBS029 sebesar Rp0,200 triliun, dan seri PBS033 sebesar Rp0,050 triliun.(fj)