EmitenNews.com - Adhi Karya (ADHI) paruh pertama 2026 mengemas laba bersih Rp8,49 miliar. Melonjak 12,59 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp7,54 miliar. Menyusul hasil positif itu, laba per saham dasar ikut menanjak menjadi Rp1,01 dari sebelumnya Rp0,90.

Pendapatan tercatat Rp3,11 triliun, melorot 18,37 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp3,81 triliun. Beban pokok pendapatan Rp2,41 triliun, mengalami penyusutan dari episode sama tahun lalu Rp3,24 triliun. Laba kotor terkumpul Rp700,42 miliar, mengalami peningkatan dari tahun 2025 sebesar Rp572,87 miliar.

Beban penjualan Rp6,5 miliar, naik dari Rp5,8 miliar. Beban umum dan administrasi Rp377,74 miliar, susut dari Rp378,21 miliar. Total beban usaha Rp384,25 miliar, bertambah dari Rp384,01 miliar. Laba usaha Rp316,17 miliar, melonjak signifikan dari Rp188,85 miliar. Bagian laba ventura bersama Rp188,4 miliar, naik dari Rp186,23 miliar.

Bagian rugi entitas asosiasi Rp23,92 miliar, bengkak dari Rp3,36 miliar. Beban keuangan Rp349,16 miliar, bertambah dari Rp339,81 miliar. Beban lainnya Rp35,83 miliar, drop dari surplus Rp75,24 miliar. Beban pajak penghasilan final Rp75,09 miliar, turun dari Rp82,35 miliar. Laba tahun berjalan Rp17,51 miliar, susut dari Rp19,58 miliar.

Jumlah ekuitas Rp3,31 triliun, menanjak dari akhir tahun sebelumnya Rp3,29 triliun. Saldo laba alias defisit Rp3,61 triliun, turun dari Rp3,62 triliun. Total liabilitas Rp24,21 triliun, berkurang dari akhir tahun lalu Rp25,49 triliun. Jumlah aset Rp27,52 triliun, anjlok dari akhir 2025 senilai Rp28,79 triliun. (*)