EmitenNews.com - Bisnis kendaraan listrik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui Electrum menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan tersebut turut diikuti oleh peningkatan laba kotor yang semakin kuat pada kuartal III-2026.

Seperti dikutip Selasa (3/11/2026), dari aporan keuangan TBS, terungkap bahwa pendapatan bisnis kendaraan listrik mencapai USD12,9 juta atau setara Rp232,2 miliar (asumsi kurs USD1 = Rp18.000) pada periode Januari–September 2026. Terjadi peningkatan sampai 120% dibandingkan USD5,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti oleh perbaikan profitabilitas yang tercermin dari laba kotor sebesar USD1,2 juta, berbalik dari rugi kotor sebesar USD0,7 juta pada sembilan bulan pertama 2025.

Menariknya, perbaikan profitabilitas Electrum semakin terlihat jelas pada kuartal III-2026. Laba kotor bisnis kendaraan listrik tersebut mencapai USD0,8 juta sepanjang Juli–September 2026—sekitar dua kali lipat dari akumulasi laba kotor sebesar USD0,4 juta pada enam bulan pertama tahun ini. Artinya, sekitar 66,7% dari total laba kotor bisnis kendaraan listrik TBS sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dihasilkan hanya dalam periode kuartal III-2026 saja.

Ekspansi Ekosistem dan Infrastruktur

Kinerja positif tersebut didukung oleh ekspansi ekosistem kendaraan listrik Electrum yang masif: 

Peningkatan Armada: Hingga September 2026, jumlah motor listrik yang beroperasi meningkat 115% secara tahunan (year-on-year) menjadi lebih dari 14.000 unit.

Jarak Tempuh & Penggunaan: Pengguna Electrum secara kumulatif telah menempuh perjalanan sepanjang 244 juta kilometer, dengan frekuensi penukaran baterai rata-rata lebih dari 1,8 juta kali setiap bulan.

Perluasan Jaringan BSS: Hingga akhir September 2026, jumlah stasiun penukaran baterai atau battery swapping station (BSS) aktif meningkat 85% secara tahunan menjadi 701 lokasi.

Kemudian infrastruktur penukaran baterai ini menjadi faktor kunci karena memungkinkan pengguna mengganti baterai dengan cepat tanpa harus menunggu proses pengisian daya (charging), sehingga sangat mendukung produktivitas, terutama bagi pengemudi transportasi online.