EmitenNews.com - Emiten pengolahan minyak sawit, PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) menunjukkan kemampuan dalam mengoptimalkan volume penjualan dan mengelola struktur biaya di tengah fluktuasi harga pasar internasional produk turunan kelapa sawit. CBUT melaporkan kinerja keuangan yang solid untuk tahun buku 2025.

Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan baik dari sisi top line maupun bottom line di tengah dinamika pasar komoditas global. PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) membukukan pendapatan dari kontrak penjualan sebesar Rp13,97 triliun pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 43,05 persen dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat senilai Rp9,76 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto Perseroan melesat 84,87 persen menjadi Rp1,98 triliun dari sebelumnya Rp1,07 triliun pada 2024. Setelah dikurangi berbagai beban usaha dan pajak, CBUT berhasil mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp106,17 miliar. Capaian laba ini tumbuh 55,71 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp68,18 miliar.

Pertumbuhan profitabilitas ini juga berdampak pada laba per saham dasar (EPS) Perseroan yang naik menjadi Rp33,98 per saham, dibandingkan Rp21,82 per saham pada periode yang sama tahun lalu.

Komposisi Pendapatan Penajaman pada struktur pendapatan menunjukkan pergeseran strategi pasar Perseroan. Pendapatan dari pihak berelasi (seperti Borneo Agri Resources International Pte., Ltd.) tercatat sebesar Rp3,84 triliun. Kontribusi ini menurun secara persentase menjadi 27,54% dari total penjualan neto, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 65,09 persen.

Sebaliknya, Perseroan memperluas penetrasi ke pasar eksternal dengan sisa mayoritas pendapatan berasal dari pelanggan pihak ketiga, yang menunjukkan diversifikasi basis pelanggan yang lebih luas.

Kualitas Aset dan Posisi Keuangan Hingga 31 Desember 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp4,11 triliun, sedikit terkoreksi 1,96 persen dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp4,20 triliun.

Kas dan Setara Kas: Posisi kas mengalami peningkatan 21,67 persen menjadi Rp284,83 miliar dari sebelumnya Rp234,10 miliar di akhir 2024.

Total liabilitas Perseroan berhasil ditekan turun menjadi Rp3,00 triliun, menyusut 6,93 persen dibandingkan saldo tahun 2024 sebesar Rp3,23 triliun. Penurunan ini terutama didorong oleh berkurangnya utang bank jangka pendek.

Total ekuitas Perseroan mengalami penguatan sebesar 14,58% menjadi Rp1,11 triliun pada akhir 2025, dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp969,29 miliar. Peningkatan ekuitas ini mencerminkan akumulasi laba bersih yang sehat dan penguatan struktur permodalan perusahaan.