Pengendali Baru Masuk! SOFA Lirik Sektor Energi dan Pengelolaan Sampah
:
0
Potret furnitur dari emiten PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA)
EmitenNews.com - PT Boston Furniture Industries Tbk. (SOFA) melalui anak usahanya, PT Pratama Satya Prima (PSP), resmi memperluas kegiatan usaha dengan menambah lini bisnis baru di bidang pengelolaan sampah dan pembangkit energi listrik.
Direktur SOFA Dimas Adivasa Wirvaatmaja dalam keterangan tertulisnya yang terbit pada Rabu (15/10)nmenjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham PSP tertanggal 15 Oktober 2025.
Adapun, lini usaha baru yang disetujui meliputi dua kelompok besar yakni, pengelolaan sampah dan pembangkit energi listrik.
Untuk segementasi pengelolaan sampah terdapat lini usaha Treatment dan pembuangan sampah tidak berbahaya (KBLI 38211), Produksi kompos sampah organik (KBLI 38212), Pemulihan material barang logam (KBLI 38301), dan Pemulihan material barang bukan logam (KBLI 38302).
Lalu , untuk sektor energi yakni, Pembangkit tenaga listrik (KBLI 35111), Transmisi tenaga listrik (KBLI 35112), dan Pembangkit, transmisi, dan penjualan tenaga listrik dalam satu kesatuan usaha (KBLI 35116)
“Dengan adanya kegiatan usaha baru yang ditambahkan tersebut, tidak menghentikan kegiatan usaha yang sekarang dijalankan oleh Perseroan dan juga PSP akan tetap beroperasi secara normal,” tutur Dimas dalam keterangan tertulis, Rabu (15/10).
Dimas memastikan bahwa perluasan kegiatan usaha ini tidak berdampak negatif terhadap operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan, serta tetap sejalan dengan strategi diversifikasi jangka panjang.
Dimas menambahkan, berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tahunan per 31 Desember 2024, kontribusi PSP terhadap pendapatan konsolidasi SOFA masih berada di bawah 20%, sehingga sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020, perseroan tidak diwajibkan menggunakan jasa penilai independen.
SOFA saat ini sahamnya dalam suspensi sejak 2 Oktober 2025 lantaran terjadi lonjakan harga.
SOFA dalam sebulan terbang 125 persen dari harga Rp72 pada 16 September 2025. Dalam enam bulan SOFA terbang 200 persen dari Rp54 pada 16 April 2025. Secara tahunan (YTD) AYLS melangit 276 persen dari harga Rp43 pada 2 Januari 2025.
Related News
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank
Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Catat Penjualan Q1 Anjlok Drastis





