Pengguna Gemini Tembus 1 Miliar, tapi Saham Turun Karena Belanja AI
:
0
Asisten kecerdasan buatan Gemini milik Google resmi melampaui 1 miliar pengguna aktif bulanan dan menjadi produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan. (Ilustrasi Foto: Mashable)
EmitenNews.com - Asisten kecerdasan buatan Gemini milik Google resmi melampaui 1 miliar pengguna aktif bulanan dan menjadi produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan. Namun, di tengah rekor pertumbuhan pengguna tersebut, saham induk usahanya, Alphabet, justru merosot akibat kekhawatiran investor atas besarnya pengeluaran perusahaan untuk mendanai infrastruktur AI.
Capaian 1 miliar pengguna ini menempatkan Gemini sebagai produk ke-14 Google yang menembus batas tersebut, menyusul langkah kompetitor utamanya, ChatGPT milik OpenAI. Angka ini dihitung dari pengguna yang mengakses aplikasi atau laman web Gemini secara langsung, yang juga mulai dimanfaatkan secara masif oleh pelaku industri kreatif dan bisnis di Indonesia.
"Aplikasi Gemini secara resmi telah melampaui 1 miliar pengguna bulanan, menjadikannya produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah Google," bunyi pernyataan resmi perusahaan, Rabu (12/8/2026).
Pencapaian rekor pengguna ini diiringi lonjakan pengeluaran modal yang signifikan. Alphabet menaikkan perkiraan belanja modal tahun 2026 menjadi antara USD195 miliar hingga USD205 miliar. Langkah ekspansif tersebut menyebabkan arus kas bebas Alphabet masuk ke wilayah negatif pada kuartal kedua untuk pertama kalinya sejak tahun 2004, serta memaksa perusahaan menerbitkan obligasi sebesar USD25 miliar pada 6 Agustus.
Chief Executive Officer Alphabet Sundar Pichai menegaskan bahwa investasi besar-besaran di bidang teknologi ini sangat krusial untuk menjaga daya saing dan kapasitas layanan.
"Investasi ini diperlukan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang sangat besar akan infrastruktur AI dan kapasitas cloud, yang terus melebihi pasokan yang tersedia," tegas Sundar Pichai dalam konferensi pendapatan kuartal kedua perusahaan.
Meski pendapatan Google Cloud melonjak 82% menjadi USD24,8 miliar, pasar merespons dingin besarnya beban biaya operasional dan reorganisasi divisi AI. Saham Alphabet terkoreksi 3,84% pada perdagangan Selasa ke tingkat USD343,80 per lembar saham di tengah skeptisisme investor mengenai kepastian pengembalian investasi tersebut.
Di sisi operasional, Google membeberkan bahwa 63% interaksi Gemini dilakukan melalui suara dan platform ini kini menghasilkan lebih dari 150 juta gambar setiap hari. Untuk mengonsolidasikan layanannya, Google akan menghentikan fungsi Google Assistant pada perangkat seluler dan menggantinya dengan Gemini secara bertahap mulai 4 September mendatang.(*)
Related News
Terseret Wall Street, IHSG Kembali Tersungkur
BPK Audit Negara Pakai AI, Anomali APBD Cepat Terdeteksi
Tertekan, IHSG Jelajahi Level 6.180
IHSG Hari Ini (12/8), Simak Analisis Saham-Saham Berikut!
Proyeksi IHSG Jelang Pengumuman MSCI
Toyota Incar Pasar Meksiko, Indonesia Tetap Jadi Supply Hub





