EmitenNews.com - Keputusan FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia di emerging market diperkirakan jadi katalis positif bagi IHSG pada perdagangan Rabu (7/10).

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai keputusan FTSE Russell mempertahankan Indonesia di Secondary Emerging Market merupakan katalis positif bagi IHSG. Terkhusus untuk mengembalikan confidence investor asing.

Baca Juga: FTSE Pastikan Indonesia Masih di Secondary Emerging Market

“Keputusan ini mengurangi risiko terburuk berupa penurunan status Indonesia ke Frontier Market dan menunjukkan bahwa reformasi pasar modal yang dilakukan BEI dan OJK mulai mendapatkan pengakuan,” kata Nafan kepada EmitenNews, Rabu (7/10).

Ia juga menambahkan, keputusan penundaan saham baru masuk oleh FTSE merupakan upaya filterisasi untuk memastikan saham-saham dengan market cap besar benar-benar memiliki likuiditas dan dapat ditransaksikan oleh investor.

Sebab, FTSE saat ini sedang menanti langkah konkret serta perbaikan regulasi dari otoritas bursa terkait pemenuhan porsi saham publik (free float), isu konsentrasi kepemilikan saham (High Shareholding Concentration), serta efektivitas mekanisme pasar seperti Papan Pemantauan Khusus.

“Penyedia indeks global tersebut ingin memastikan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar yang nantinya masuk benar-benar memiliki likuiditas yang wajar dan dapat ditransaksikan dengan mudah oleh investor internasional tanpa hambatan struktur kepemilikan,” ujar Nafan.

Baca Juga; Tak Ada Saham Baru Masuk FTSE, Tapi Ada Perubahan Ini

Proyeksi IHSG

Seiring dengan pengumuman FTSE, Nafan memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang support 6.180 dan 6.016 dengan resistance di kisaran 6.321 dan 6.384.