Penjualan Domestik Kuat, SMGR Catat Pertumbuhan Pendapatan 13 Persen
:
0
Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Tuban, Jawa Timur.
EmitenNews.com - Menguatnya permintaan semen nasional di sepanjang semester I tahun 2026 membawa dampak positif bagi emiten semen BUMN, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR). Di sepanjang periode tersebut, perseroan mencatatkan volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau naik 5,6% yoy dari periode sebelumnya sebanyak 17,31 juta ton.
Corporate Secretary Semen Indonesia Group (SIG), Vita Mahreyni mengatakan, pencapaian tersebut didorong oleh penjualan domestik yang naik 9,7% yoy, utamanya dikontribusikan dari segmen semen kantong yang naik signifikan sebesar 11,2% yoy.
”Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan," kata Vita dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026)
Berdasarkan laporan kinerja keuangan konsolidasi semester I tahun 2026 yang telah ditelaah secara terbatas (limited review), perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun dari periode sebelumnya sebesar Rp15,61 triliun.
Ia menambahkan, dari sisi biaya, perseroan menerapkan efisiensi ketat yang dijalankan secara disiplin dan konsisten. Hasilnya, beban pokok pendapatan terkendali di angka 11,1% yoy, seiring dengan peningkatan volume penjualan serta kenaikan biaya bahan bakar dan energi.
Sementara beban operasional (termasuk pendapatan dan beban operasional lainnya) sebesar 20,7% yoy, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya promosi dan distribusi sejalan dengan peningkatan volume penjualan.
Di samping efisiensi, SIG juga melakukan pengelolaan arus kas dan permodalan yang maksimal untuk menjaga likuiditas Perusahaan tetap kuat dengan solvabilitas yang baik. Upaya tersebut membuat SIG mampu menjaga ketahanan keuangan dengan mencatatkan arus kas dari operasi yang positif, sehingga mampu terus menurunkan saldo hutang. Hasilnya, beban keuangan bersih pada semester I tahun 2026 turun sebesar 34,5% yoy karena penurunan utang berbunga.
Sejumlah inisiatif strategis yang telah dijalankan berkontribusi pada peningkatan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar. EBITDA juga tercatat naik 2,6% yoy menjadi Rp2,15 triliun. Kinerja positif ini merupakan bukti ketahanan SIG mengatasi berbagai tantangan berkat strategi transformasi yang dijalankan.
Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara untuk memastikan transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan.
Perseroan memandang prospek penjualan pada semester II tahun 2026 tetap positif, sejalan dengan perbaikan permintaan semen domestik. Pertumbuhan diharapkan ditopang oleh segmen semen kantong, sementara bulk (curah) mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi.
Related News
Cek, Presdir Triputra Agro (TAPG) Ini Terus Kurangi Porsi Sahamnya
Pernyataan Efektif OJK Belum Turun, Perusahaan Milik UGM Ini Tunda IPO
Penjualan Electrum Sumbang USD9,06 Juta ke Pendapatan TBS Energi Utama
Tambah Porsi, Cakra Bhakti Kini Kuasai 57,68% Saham Steel Pipe (ISSP)
Cemindo Gemilang (CMNT) Umumkan Perubahan Pengurus Anak Usaha KPN
PGJO Kemas Pendapatan Meroket hingga Cetak Laba, Sahamnya Ikut ARA!





