Penyaluran Kredit Capai Rp5,4 T di Q1-2022, Bank Ina (BINA) Raih Restu Right Issue

Bank Ina sendiri masih melihat situasi dan kondisi karena akibat dari pandemi selama 2 tahun, umumnya sektor pariwisata perlu untuk di tunjang kembali. Dia menegaskan bahwa dari Perbanas telah memohon kepada OJK agar relaksasi khusus untuk industri pariwisata itu bisa diperpanjang.
Tren saat ini menurut Sang Dirut bahwa sektor pariwisata merupakan industri dengan potensi rebound terbaik. Namun Bank harus tetap menganalisa resiko yang bisa muncul. BINA saat ini mencatat sudah ada beberapa permintaan kredit untuk renovasi hotel, kami melihat jika mereka bisa survive pasti kami akan menopang mereka. Karena stimulus untuk industri lain juga cukup besar yang terkait dengan sektor pariwisata.
Targetkan penyaluran kredit BINA hingga akhir 2022 sudah terlampaui hanya dalam waktu 3 bulan pertama tahun 2022. Saat ini perseroan sedang dalam proses untuk pengajuan penambahan atau revisi kredit pada bulan Juni nanti.
Hingga kuartal I-2022 Bank Ina telah menyalurkan kredit senilai Rp5,4 triliun. Nilai ini mengalami lonjakan hingga 95,4 persen dan jika dilihat kami memiliki inhouse di April 2022 sudah dicapai, oleh karena itu kami perlu melakukan revisi RPP yang rencananya akan disampaikan pada akhir bulan ini.
Related News

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya?

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar

Pendapatan Drop, DILD 2024 Tabulasi Laba Rp174,76 MiliarĀ

Melambung 295 Persen, WIFI 2024 Gulung Laba Rp231 Miliar

Laba dan Pendapatan Tumbuh, Ini Kinerja GOLF 2024